Kredit Kendaraan Pernah Bermasalah, Finance Masih Mau Terima Lagi? Ini Kata Adira

M. Adam Samudra - Kamis, 5 Maret 2026 | 16:15 WIB

Ilustrasi pembiayaan Adira Finance

Apalagi dalam kondisi tertentu, seperti saat pandemi, banyak konsumen yang terdampak secara ekonomi sehingga mengalami masalah pembayaran kredit.

Istimewa
Ilustrasi pembiayaan Adira Finance bisa trade ini mobil bekas ke baru selama di IIMS 2026

“Kita juga nggak ingin kriteria orang pernah gagal selamanya merah. Tapi itu kan harus kita edukasikan. Ketika zaman Covid, banyak nggak orang merah? Banyak,” katanya.

Karena itu, penilaian kredit biasanya dilakukan secara lebih fleksibel dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nilai pinjaman yang diajukan dan riwayat penyelesaian utang sebelumnya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga bisa berbeda antara satu perusahaan pembiayaan dengan perusahaan lainnya, termasuk jenis produk kredit yang diajukan.

“Setiap kriteria pun kita akan timbang-timbang. Dan itu tidak akan sama tiap finance company-nya. Tidak akan sama tiap kategori produknya,” lanjut Sylvanus.

Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya pernah menyelesaikan kredit dengan skema tertentu, seperti pelunasan dengan diskon atau menyerahkan kembali unit kendaraan, tetap bisa mengajukan pembiayaan baru.

Baca Juga: Adira Finance Buka Program Mudik Gratis Pakai Bus ke Solo–Jogja, Segini Kuotanya

Namun biasanya perusahaan pembiayaan akan lebih berhati-hati, terutama jika nilai pinjaman yang diajukan cukup besar.

“Misalkan ada orang pernah lunas dengan diskon, mungkin dia menyerahkan unitnya. Dia utang lagi besar, mungkin agak direm. Tapi kalau pinjamannya kecil, misalnya cuma mau menyekolahkan BPKB Rp10 juta, itu biasanya lebih berani,” jelasnya.

Dengan kata lain, peluang pengajuan kredit bagi konsumen dengan riwayat kredit macet masih terbuka, tetapi keputusan akhirnya tetap bergantung pada kebijakan penilaian risiko dari masing-masing perusahaan pembiayaan.

YANG LAINNYA