GridOto.com - Yamaha Indonesia mengungkapkan bahwa segmen skutik premium masih menjadi penopang utama penjualan mereka di pasar roda dua nasional.
Bukan lagi Yamaha Mio seperti terjadi di awal kemunculannya di 2004, 2008 dan 2009 ini dia motor yang jadi penerus tongkat motor matic Yamaha terlaris di Indonesia.
Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana mengatakan, hingga saat ini tulang punggung penjualan Yamaha masih berasal dari lini MAXI Series.
“Terus terang kan memang perlu analisa pasar lagi. Cuma yang kami harapkan dengan mudah-mudahan ekonomi makro dan mikro ekonominya meningkat, kami berharap demand juga meningkat,” ujar Rifki saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, jika kondisi ekonomi membaik maka permintaan pasar juga berpotensi ikut terdongkrak sehingga target penjualan Yamaha dapat tercapai bahkan melampaui target.
“Sehingga penjualan dan target penjualan kami bisa tercapai atau bahkan melebihi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, secara kontribusi produk, lini MAXI Series masih menjadi penyumbang terbesar bagi Yamaha di Indonesia.
Di dalamnya, model yang paling dominan adalah Yamaha NMAX, disusul oleh Yamaha Aerox dan Yamaha XMAX.
“Tulang punggung penjualan Yamaha masih di MAXI Series. Dari MAXI itu yang pasti NMAX nomor satu, disusul Aerox, dan XMAX,” kata Rifki.
Selain segmen MAXI, Yamaha juga mendapatkan kontribusi penjualan dari lini Classy yang dihuni oleh model bergaya retro modern seperti Yamaha Grand Filano dan Yamaha Fazzio.
Baca Juga: Siap Kawal Libur Lebaran 2026, Yamaha Hadirkan Bengkel Jaga dan Pos Jaga
Rifki menyebut, kontribusi kedua model tersebut relatif berimbang, meski komposisinya bisa berbeda di tiap daerah.
“Kemudian selanjutnya diambil dari segmen Classy. Classy itu antara Grand Filano dan Fazzio itu fifty-fifty tergantung area ya. Ada yang Fazzio-nya lebih tinggi, ada yang Grand Filano lebih tinggi,” ujarnya.
Adapun secara industri, pasar roda dua nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan di awal tahun ini.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik sepeda motor pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit.
Angka tersebut naik sekitar 3,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencatatkan 560.301 unit.
Sementara secara tahunan, total distribusi sepeda motor sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit, atau meningkat sekitar 1,3 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 6.333.310 unit.