GridOto.com - Sirkuit Buriram awalnya terlihat seperti panggung pembuktian bagi Mario Suryo Aji.
Pebalap andalan Honda Team Asia ini berhasil mengamankan posisi start ke-9 pada, Minggu (1/3/2026), yang sekaligus menjadikan posisi kualifikasi terbaiknya selama berkarier di Moto2.
Harapan untuk membawa pulang poin besar pun sangat terbuka lebar.
Namun, ajang balap Moto2 ini memang terkenal kejam, dan Mario pun dipaksa berjibaku dengan segala momen sulit sepanjang balapan.
Setelah lampu start padam, persaingan di grup tengah terlihat sangat padat.
Mario sempat kehilangan beberapa posisi di tikungan pertama.
Berambisi merebut kembali posisinya di 10 besar, petaka justru datang lebih awal.
Mario kehilangan kendali motornya dan mengalami kecelakaan di lap kedua.
Insiden ini seketika mengubur harapannya untuk meneruskan modal bagusnya menjadi poin di seri perdana ini.
Baca Juga: Debut Manis Veda Ega Pratama di Moto3 Thailand, Sukses Amankan P5 Meski Nyaris Podium
Drama tidak berhenti di situ.
Sesaat setelah Mario terjatuh, balapan Moto2 Thailand berubah menjadi sangat kacau.
Red flag (bendera merah) dikibarkan berkali-kali karena kecelakaan beruntun yang melibatkan pebalap papan atas seperti David Alonso dan Filip Salac.
Apesnya bagi Mario, meskipun balapan diulang (di-restart), ia tidak diperbolehkan ikut kembali.
Berdasarkan keputusan Race Director, hanya pebalap yang masih bertahan hingga lap ketiga yang berhak ikut balapan ulang.
Karena Mario terjatuh di lap kedua, ia hanya bisa terduduk lemas di pinggir lintasan sambil melihat motornya didorong oleh marshal.
Balapan Penuh "Mimpi Buruk"
Sesi Moto2 hari ini memang menyedihkan.
Bahkan setelah diulang berkali-kali, dari 22 lap menjadi 11 lap, lalu menjadi 7 lap saja, kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi di Tikungan 3 dan Tikungan 9.
Melihat kondisi trek yang begitu berisiko, kegagalan Mario kali ini terasa lebih seperti sebuah ujian mental.
Meskipun secara hasil ia gagal finis (DNF), namun keberhasilannya menembus kualifikasi 10 besar kemarin adalah progres yang tidak bisa dianggap remeh.
Hasil di Buriram memang menjadi pukulan telak.
Margin kesalahan di Moto2 sangatlah tipis, satu kesalahan kecil di lap awal bisa berakibat hilangnya seluruh peluang.
Mario kini harus segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim untuk mengembalikan kepercayaan dirinya di seri berikutnya.