Capaian tersebut mempertegas daya saing program pembinaan Yamaha Racing Indonesia yang kini mampu menembus standar kompetisi Eropa.
Debut Arai Agaska di World Sportbike pun tak kalah menarik karena ia datang dengan bekal status runner up R3 BLU CRU World Cup 2025 dan menargetkan finis lima besar musim ini.
Di ARRC kelas SS600, Wahyu Nugroho berambisi meningkatkan pencapaian setelah musim lalu menutup kompetisi di posisi keempat klasemen akhir.
Rekan setimnya, Muhammad Faerozi, juga bertekad menjaga konsistensi performa demi kembali merasakan podium seperti yang pernah diraih sebelumnya.
Candra Hermawan yang tampil menonjol sebagai rookie musim lalu kini mematok target juara AP250 setelah tiga kali naik podium dan finis lima besar klasemen akhir.
Muhammad Fadhil Musyavi pun menyatakan kesiapan untuk kembali bersaing ketat dan memperbanyak koleksi podium di kelas yang sama.
Di sisi pembinaan usia muda, Sabian Fathul Ilmi yang baru berusia 13 tahun diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang Yamaha setelah tampil kompetitif sebagai wild card di Buriram tahun lalu.
Assistant General Manager CS Division PT YIMM, Johannes B.M. Siahaan, menegaskan bahwa pencapaian global ini merupakan hasil kerja kolektif yang terstruktur.
“Keberhasilan di World Supersport dan ajang internasional lain membuktikan program pembinaan kami berjalan efektif lewat latihan fisik dan mental terarah, pengembangan teknis berbasis data, serta kolaborasi solid antara rider dan engineer,” ujarnya dalam sambutan peluncuran tim.
Ia menambahkan bahwa dukungan sponsor, pemerintah, serta pecinta motorsport nasional menjadi fondasi penting untuk menjaga Indonesia tetap diperhitungkan dalam peta balap global Yamaha.
Dengan komposisi pembalap yang kompetitif dan roadmap pembinaan jangka panjang, Yamaha Racing Indonesia optimistis musim 2026 akan menjadi momentum emas untuk membangun mimpi bersama dan mewujudkannya lewat kemenangan di level Asia maupun dunia.