Saat ini, ekosistem Honda didukung oleh lebih dari 220 perusahaan tier 1, serta ribuan vendor di tier 2 dan 3.
"Di AHM sendiri ada 25.000 karyawan. Namun jika melihat total ekosistem mulai dari supplier, jaringan dealer, hingga lembaga pembiayaan dan asuransi, ada sekitar 600 hingga 700 ribu orang yang terlibat. Jika dihitung dengan anggota keluarga mereka, industri ini menghidupi hampir 3 juta orang," jelas Thomas.
Selain mendominasi pasar domestik, Honda Indonesia juga membuktikan kualitasnya di kancah global.
Tahun lalu, AHM berhasil mengekspor 233 ribu unit motor dalam bentuk utuh (CBU) dan hampir 1 juta set komponen (CKD).
Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, total ekspor Honda telah menembus angka 2,5 juta unit.
Thomas juga menekankan pentingnya lokalisasi produk.
Saat ini, rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) motor Honda berada di kisaran 45% hingga 55%, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan industri lokal.
Menutup keterangannya, Thomas memberikan kabar baik mengenai kondisi pasar roda dua di awal tahun.
Pada Januari 2026, pasar sepeda motor nasional tumbuh tipis sebesar 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total penjualan mencapai 577 ribu unit.
"Pertumbuhan 3% ini menjadi sinyal positif bahwa perekonomian kita mulai stabil atau bahkan membaik. Jika pasar membaik, kami berharap dapat terus berkontribusi lebih besar bagi masyarakat dan konsumen di Indonesia," pungkasnya.