Mobil Dinas Fantastis Rp 8,5 M Disorot, Gubernur Kaltim Tegas Tolak Pakai Kijang

Ferdian - Jumat, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB

mobil dinas mewah Gubernur Kaltim seharga Rp 8,5 miliar bikin geger media sosial

GridOto.com - Sedang ramai di media sosial, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud memakai mobil mewah sebagai kendaraan dinasnya.

Mobil yang dipakai harganya juga tidak main-main dengan nilai pengadaan Rp 8,5 miliar.

Yap mobil tersebut diduga kuat adalah varian dari Range Rover Autobiography LWB PHEV.

Meski begitu, pihak Pemprov Kaltim memastikan pengadaan mobil dinas sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 dan kebutuhan di lapangan.

Rudy Masud dalam kesempatannya menjelaskan alasan di balik pemilihan mobil mewah sebagai mobil dinasnya.

Ia menegaskan tidak ingin memakai Toyota Kijang.

Semua tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Bahkan, Rudy Masud memandang provinsi yang dipimpinnya mewakili wajah serta miniatur Indonesia.

Baca Juga: Land Rover Defender MY26 Masuk Indonesia, Tawarkan Bodi 90, 110 Hingga 130

Kompas.com
Range Rover PHEV(Kompas.com/Nanda)

"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai Kijang dek," tegasnya, melansir TribunKaltim.co (24/2/2026).

Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.

"Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tambahnya.

Rudy Masud kemudian meminta polemik pengadaan mobil mewah tidak perlu diperpanjang.

"Pada teman-teman ku semua, kita sedang berpuasa tolong tidak terlalu banyak ghibah (membicarakan orang) nanti dosanya berlipat ganda," katanya.

Rudy Masud juga memastikan pengadaan mobil dinas di Kalimantan Timur tidak menyalahi aturan pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.

Dalam aturan tersebut jelas kepala daerah tingkat Gubernur hanya boleh memiliki 1 kendaraan dinas.

Baca Juga: Terungkap, Mobil Dinas Isi BBM Subsidi di Tuban Milik Kementrian Ini

Ia bisa memilih jenis sedan dengan maksimal 3.000 cc atau jeep 4.200 cc.

"Mobil yang kami adakan hanya yang 3.000 cc," tutur Rudy Masud.

Ditanya soal keberadaan mobil dinas itu, ia menyebut masih ada di Jakarta.

Sedangkan terkait harganya Rp 8,5 miliar, Rudy Masud menyebut wajar.

"Persoalan harga. Ada rupa ada harga. Ada mutu ada kualitas, ada harganya. Kita tidak mengikuti harganya. Kami hanya pesan itu saja sesuai Permendagri. Mobilnya dipakai untuk di Jakarta," tandasnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni.

Ia menjelaskan, pengadaan mobil dinas itu diperuntukan di Kaltim karena kondisi medan yang berat.

Baca Juga: Habis Rp 5,2 Miliar, Camat dan Kepala SKPD Banjarmasin Dijatah Mobil Dinas Listrik BYD Atto 1

Rudy Masud diketahui sering meninjau berbagai wilayah hingga ke pelosok.

Sehingga tak jarang perjalannya terganggu karena masalah jalan.

"Kondisi geografis Kaltim ini tidak ringan. Masih banyak wilayah dengan akses terbatas, jalur tanah, bahkan kawasan hutan yang belum sepenuhnya terbuka," katanya, dikutip dari Kompas.com.

“Intinya, kalau kepala daerah ingin memastikan langsung kondisi lapangan, kendaraan yang digunakan memang harus mendukung. Supaya ketika mengambil kebijakan infrastruktur, itu benar-benar berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” tandasnya.

YANG LAINNYA