105.000 Mobil India Agrinas Hasil Utang, Wajib Bayar Cicilan Rp 40 Triliun Per Tahun

Irsyaad W - Selasa, 24 Februari 2026 | 13:30 WIB

Mahindra Scorpio Pikap dan Tata Yodha yang akan dibeli PT Agrinas Pangan Nusantara sebanyak 105.000 unit untuk Koperasi Merah Putih

GridOto.com - Fakta baru terungkap dari rencana pembelian 105.000 unit mobil pikap dan truk dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Ternyata, 105.000 unit Tata Yodha, Mahindra Scorpio Pick Up dan Tata Ultra T.7 itu akan dibeli dari hasil hutang.

Kewajiban bayarnya jatuh ke Kementerian Keuangan yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa dengan cicilan Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

Namun Menkeu Purbaya memastikan rencana impor 105.000 mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak akan membebani kondisi fiskal negara.

Menurut Purbaya, Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sehingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mencicil kewajiban pinjaman tersebut sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

"Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Jakarta, (23/2/26) mengutip Kompas.com.

Baca Juga: Kontrak Fantastis, Agrinas Borong 105.000 Mobil India Buat Koperasi Merah Putih

Tribunnews/Nitis Hawaroh
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

"Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu. Cuma sekarang cara belanjanya berubah. Jadi seperti itu pembiayaannya," sambungnya.

Nanti pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang memang setiap tahun sudah dianggarkan dalam belanja negara.

Dengan begitu, kata Purbaya, yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban baru.

Sebelumnya, Istana menyatakan bakal memeriksa informasi terkait perusahaan negara, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105.000 pikap dari India.

Ratusan ribu kendaraan niaga itu disebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengaku perlu memeriksa jumlah kendaraan yang akan diimpor itu terlebih dahulu sebelum berkomentar lebih lanjut.

Untuk diketahui, Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pembelian 105.000 mobil dari dua pabrikan India, Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors senilai Rp 24,66 triliun.

Baca Juga: Agrinas Belanja 105.000 Pikap dan Truk India, Produsen Lokal dan Menperin Prihatin

Kedua produsen otomotif itu telah mengumumkan secara terbuka kontrak pembelian tersebut pada situs resmi mereka.

Mahindra & Mahindra Ltd menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up dari Agrinas untuk keperluan Kopdes Merah Putih.

Sementara, Tata Motors melaporkan menerima 70.000 pesanan mobil dari Agrinas Pangan Nusantara.

Sebanyak 35.000 unit di antaranya berupa Tata Yodha Pick Up dan 35.000 lainnya light truk Ultra T.7.

Importasi ini menjadi sorotan hingga disindir Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang bertanggung jawab atas industri dalam negeri.

"Ngecek dulu ya, ngecek dulu ya angka angkanya," kata Prasetyo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, (23/2/26) menyitat Kompas.com.

YANG LAINNYA