Nanti pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang memang setiap tahun sudah dianggarkan dalam belanja negara.
Dengan begitu, kata Purbaya, yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban baru.
Sebelumnya, Istana menyatakan bakal memeriksa informasi terkait perusahaan negara, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105.000 pikap dari India.
Ratusan ribu kendaraan niaga itu disebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengaku perlu memeriksa jumlah kendaraan yang akan diimpor itu terlebih dahulu sebelum berkomentar lebih lanjut.
Untuk diketahui, Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pembelian 105.000 mobil dari dua pabrikan India, Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors senilai Rp 24,66 triliun.
Baca Juga: Agrinas Belanja 105.000 Pikap dan Truk India, Produsen Lokal dan Menperin Prihatin
Kedua produsen otomotif itu telah mengumumkan secara terbuka kontrak pembelian tersebut pada situs resmi mereka.
Mahindra & Mahindra Ltd menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up dari Agrinas untuk keperluan Kopdes Merah Putih.
Sementara, Tata Motors melaporkan menerima 70.000 pesanan mobil dari Agrinas Pangan Nusantara.
Sebanyak 35.000 unit di antaranya berupa Tata Yodha Pick Up dan 35.000 lainnya light truk Ultra T.7.
Importasi ini menjadi sorotan hingga disindir Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang bertanggung jawab atas industri dalam negeri.
"Ngecek dulu ya, ngecek dulu ya angka angkanya," kata Prasetyo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, (23/2/26) menyitat Kompas.com.