Rencana panjang tol fungsional mencapai 49,68 kilometer, meliputi:
- Segmen Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer,
- Segmen Kraksaan-SS Paiton sepanjang 11,20 kilometer, dan
- Segmen SS Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer.
Baca Juga: Spesial, 13-29 Maret 2026 Jalan Tol dan Jalan Arteri Ini Steril Dari Truk Barang
Lebih lanjut, Jasa Marga memprediksi volume kendaraan yang melintas di jalan tol kelolaan perusahaan selama periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 3,5 juta hingga 3,6 juta kendaraan, baik pada arus mudik maupun arus balik.
Rivan menjelaskan, sekitar 50 persen pergerakan kendaraan diperkirakan mengarah ke Jalan Tol Trans-Jawa, 29 persen ke arah Merak, dan sisanya ke arah Ciawi.
Dari jumlah kendaraan menuju Tol Trans-Jawa tersebut, sekitar 51 persen diproyeksikan sampai dengan Semarang, sementara sisanya melanjutkan perjalanan ke arah Cipularang.
"Ini adalah berdasarkan potret yang kami lihat dari tahun sebelumnya dan diprediksi juga dari arus kembali di tahun sebelumnya," kata Rivan.
Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas, Jasa Marga mengandalkan pemantauan berbasis teknologi, mulai dari kamera di ruas tol dan jalan arteri, pengelolaan rest area, hingga sensor ketinggian air untuk mengantisipasi potensi banjir saat hujan.
Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time, termasuk kepadatan ruas, ketersediaan rest area, serta kanal pelaporan apabila ditemukan gangguan di jalan tol.