GridOto.com - Unit Reskrim Polsek Wonocolo, Surabaya menangkap basah tiga pemuda yang hobi keluar masuk penjara.
Lagi-lagi mereka tepergok membobol lubang kunci motor orang lain di depan gerai potong rambut.
Parahnya, ternyata mereka baru saja keluar penjara dua bulan lalu dengan kasus yang sama.
Para pelaku kali ini dibekuk di Jalan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya, (10/1/26) malam.
Ketiganya yakni berinisial TA (22) warga Pabean Cantikan Surabaya, RAA (22) warga Kebomas Gresik, dan MA (32) warga Kenjeran Surabaya.
Penangkapan terhadap komplotan tersebut, bermula saat beberapa orang personel Unit Reskrim Polsek Wonocolo melakukan patroli malam.
Di tengah patroli, petugas melihat tiga orang pria berboncengan motor dengan kondisi pelat nopol bagian belakang yang ditutup.
Baca Juga: Kreatif, Ada Bazar Pengambilan 810 Unit Motor Curian di Polrestabes Surabaya
Setelah diintai dari belakang, ternyata mereka berhenti di depan sebuah gerai pangkas rambut sekitar pukul 22:30 WIB.
Lalu salah satu dari pelaku yakni TA tampak turun dan bertindak sebagai eksekutor pencurian motor.
Pelaku TA membobol lubang kunci kontak motor dan bersiap membawa kabur motor setelah mesinnya berhasil menyala.
Ternyata sebelum berhasil kabur, petugas langsung menyergap TA.
"Personel kami langsung menangkap pelaku eksekutor tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Rokhim, (31/1/26) melansir TribunJatim.com.
Melihat temannya ditangkap oleh petugas, sontak membuat dua orang pelaku lain kabur dengan menggeber kencang motornya.
Namun, pelarian mereka tak berlangsung lama, petugas akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Jalan Sidosermo Gang Langgar.
Baca Juga: Misteri 69 Unit Motor Sitaan Polrestabes Surabaya, Data Noka dan Nosin Belum Muncul
"Sementara dua TKP. Jalan Bendul Merisi dan Jalan Sukodono Ampel Semampir," terangnya.
Pelaku TA merupakan residivis bahkan sudah pernah ditangkap sebanyak tiga kali karena kasus pencurian ponsel dan motor.
Tahun 2020, Pelaku TA pernah ditangkap Anggota Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena kasus pencurian ponsel
Tahun 2022, juga pernah ditangkap Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya karena kasus pencurian motor.
Atas kasus serupa yakni pencurian motor, pada tahun 2024, ia sempat ditangkap Anggota Satreskrim Polres Gresik.
Lalu, Pelaku RAA juga merupakan residivis karena terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu hingga ditangkap Anggota Satreskrim Polres Gresik.
Sedangkan, Pelaku MA juga merupakan residivis karena pernah ditangkap Polisi sebanyak tiga kali.
Baca Juga: BeAT Lenyap di Surabaya Ditemukan di Madura, Benda Mungil Ini Jadi Penyelamat
Tahun 2016 silam, dua kali terlibat kasus perampasan, di Kabupaten Pasuruan.
Kemudian, tahun 2024, pernah ditangkap Anggota Polres Gresik karena kasus pencurian motor.
"Para tersangka ini, merupakan residivis beberapa kali ditangkap polres wilayah Polda Jatim," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan sempat menginterogasi ketiga tersangka di Mapolsek Wonocolo, beberapa waktu lalu.
Momen interogasi tersebut diunggah melalui akun resmi Instagram-nya (IG) @luthfie.daily, (24/1/26).
Bahwa, Tersangka TA mengaku pernah dipenjara sebanyak tiga kali.
Bahkan, dirinya secara sengaja terlibat aksi kriminalitas meskipun baru dua bulan keluar dari penjara.
"Iya pak 3 kali. Baru bebas 2 bulan. Saya enggak betah dipenjara pak," ujar TA sambil geleng-geleng kepala saat menjawab cecaran pertanyaan Kombes Pol Luthfie dalam unggahan @luthfie.daily, seperti yang dilihat TribunJatim.com, pada Sabtu (31/1/2026).
Luthfie sempat kaget mendengar jawaban dari para pelaku yang berkali-kali keluar masuk penjara.
Sampai, ia penasaran; apakah ketiganya sempat membuat perjanjian selama di rumah tahanan sebelumnya.
"2 bulan keluar, ketangkap lagi, ini di rutan kenalan bertiga," gumamnya ditengah prosesi interogasi terhadap para pelaku.
Bahkan, saking geramnya, Luthfie sampai berkelakar kalau ketiga pelaku kejahatan yang sudah bolak-balik dipenjara, kali ini ditahan dalam sel jeruji besi bawah tanah biar jera.
"Masukkan sel bawah tanah aja mereka," pungkasnya.