GridOto.com - Tumbuhnya wisata di Indonesia bisa didukung oleh hadirnya kendaraan listrik ini, namanya Toyota e-Palette.
Yup, Toyota e-Palette sudah hadir cukup lama di Jepang dan telah menjadi salah satu andalan mobilitas ketika event besar di Jepang.
Sebut saja sewaktu Olimpiade Musim Panas 2020, e-Palette diturunkan sebagai moda mobilitas di area wisma atlet.
Paling baru, bis mini semi otonom ini dipakai untuk mendukung berlangsungnya Hakone Ekiden 2026.
Sehingga untuk penggunaan di daerah wisata low emmision zone seperti Kota Tua dan Taman Mini Indonesia Indah, e-Palette bisa diandalkan.
Baca Juga: Banyak yang Nunggu Rush Baru, Ternyata Toyota Enggak Diam
Memang salah satu barrier dari e-Palette adalah harganya. Untuk sebuah kendaraan semi otonom, Toyota membanderol e-Palette mulai dari 29 juta yen.
Kalau dikonversi, harga e-Palette satu unitnya sama dengan Rp 3,1 miliar (kurs 1 yen = Rp 109,44).
Untuk sebuah bis mini dengan kemampuan kemudi otonom level 2, harganya masih cukup masuk akal di Jepang.
Apalagi e-Palette sudah mendapatkan optimasi untuk memberikan aksesibilitas yang besar untuk penumpang dan penumpang disabilitas.
Ditambah ruang kabinnya diklaim fleksibel untuk banyak penggunaan, termasuk menjadi coffee shop berjalan atau tempat nonton bareng (nobar) sekalipun.
Baca Juga: Toyota Tutup 2025 Sebagai Market Leader dan Penjualan Tertinggi di Asia Tenggara
Paling canggih dari e-Palette adalah sudah teroptimasi dengan kemudi otonom hingga Level 4.
Kehadiran e-Palette dengan autonomous driving kit (ADK) diekspektasi pada 2027 dan bakal menggantikan posisi pengemudi yang mengontrol langsung steer-by-wire bus ini.
Tentu saja sebagai kendaraan mobilitas ramah lingkungan, Toyota e-Palette ditenagai sepenuhnya oleh listrik dengan baterai yang cukup besar.
Motor listriknya mampu melontarkan tenaga 150 kW atau 201 dk dan torsi puncak 266 Nm, mirip seperti bZ4X.
Ia juga dipadukan baterai Lithium-ion berkapasitas 72,82 kWh sehingga bisa menempuh jarak 250 kilometer dalam sekali pengecasan.