GridOto.com - Salah satu fitur istimewa yang ada di Mitsubishi Xpander Ultimate adalah Active Yaw Control atau biasa disingkat AYC.
AYC ini termasuk fitur istimewa karena mampu meningkatkan kapabilitas bermanuver yang pada gilirannya ikut meningkatkan nilai keselamatan.
Secara historis, eksistensi AYC dimulai sejak tahun 1996 yang mana pertama kali pertama kali digunakan oleh Lancer Evolution IV, jagoan Mitsubishi yang sangat kompetitif di ajang reli dunia.
Biasanya AYC hadir di mobil-mobil premium Mitsubishi seperti Xforce, Destinator, atau Xpander Cross.
Tapi kini manfaat AYC juga bisa dirasakan oleh pengguna Mitsubishi Xpander Ultimate sebagai varian tertinggi (flagship) Xpander di di Indonesia.
Berkat AYC, Xpander Ultimate menjadi lebih aman karena manuvernya semakin presisi.
Baca Juga: 7 Alasan Interior Xpander dan Xpander Cross Nyaman untuk Perjalanan Jauh
AYC bertindak sebagai penggenap fitur ABS dan ASC (Active Stabilicy Control) yang sudah ada pada Xpander.
ABS sejatinya menjadi fitur awal yang memastikan roda tidak terkunci saat mengerem keras (hard braking).
Lalu ASC mengontrol putaran mesin dan mengerem ban yang slip agar tidak terjadi understeer atau oversteer.
Kemudian AYC menyempurnakannya dengan menjaga momentum kecepatan dan putaran kemudi dengan sistem pengereman AYC.
Kok pengereman? Iya karena AYC bekerja dengan memanfaatkan sistem pengereman yang spesifik.
Saat mobil menikung di permukaan licin dan berpotensi understeer, AYC akan mengerem di roda depan bagian dalam tikungan.
Misal sedang membelok cepat ke kanan, maka roda depan kanan akan direm oleh AYC dan dengan sendirinya bagian belakang mobil akan ‘terdorong’ ke kiri.
Dengan begitu arah mobil akan terkoreksi dan mengikuti garis belok yang diinginkan pengemudi.
Hasilnya, dengan mobil yang lebih terkendali maka secara otomatis nilai keselamatan akan terjaga dan penumpang lebih aman.
Meski terkesan sederhana karena cukup dengan melakukan pengereman, tapi sistem kerja AYC sebenarnya cukup kompleks.
AYC membutuhkan 4 variabel yaitu wheel speed sensor, steering angle, putaran mesin, dan rem.
Baca Juga: Tarung MPV Hybrid 2026, Ini Perbandingan Spek Veloz dan Xpander HEV
Dengan 4 item itu, sistem AYC akan mendeteksi apakah putaran mesin terlalu kencang, atau sudut setir terlalu patah, atau putaran bannya yang terlalu cepat. Dan itu semua dieksekusi oleh sistem AYC dengan sangat cepat di hitungan sepersekian detik.
Saat kami menguji Mitsubishi Xpander Ultimate, terasa bahwa kinerja AYC efektif dan halus. Kami sengaja memacu kencang di tikungan, tapi AYC dapat menangani gaya agresif kami dan menjaga arah mobil sesuai input setir.
Semakin kencang putaran roda dan putaran mesin saat masuk tikungan, atau semakin patah putaran setir saat membelok, maka semakin keras pula kerja AYC membantu pengemudi agar mobil tetap di jalur yang benar.
Enaknya, kinerja dan intensitas pengereman AYC itu terpampang di layar instrumen yang besar di depan pengemudi.
Sehingga berkat indikator AYC yang aktual itu, kami sebagai pengemudi pun jadi lebih waspada untuk mengantisipasi beragam situasi.