GridOto.com - Pasar otomotif nasional yang masih tertekan tidak hanya berdampak pada penjualan mobil, tetapi juga merambat ke segmen sepeda motor besar atau big bike.
Kondisi tersebut diakui langsung oleh CEO Ducati Indonesia, Jimmy Budhijanto, saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Jimmy, perlambatan penjualan big bike terjadi secara menyeluruh dan bukan hanya dialami oleh Ducati Indonesia.
Ia menilai situasi ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.
“Semua turun. Ini kan global crisis. Secara global kan memang ekonominya jelek, tidak baik,” ujar Jimmy.
Ia pun membenarkan bahwa penjualan Ducati Indonesia sepanjang 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Jimmy menyebut penurunan tersebut berada di kisaran dua digit.
“Iya, pasti turun. Kami di Ducati itu 15 persen dibanding 2024,” katanya.
Secara total, penjualan Ducati Indonesia sepanjang 2025 berada di angka yang relatif terbatas, seiring karakter pasar big bike yang segmennya terbatas.
Baca Juga: Resmi Diperkenalkan, Ducati MX Team Jadi Tim Motocross Ducati Pertama di Indonesia
“Sekitar 100-an unit ya. Itu total,” kata Jimmy.
Meski demikian, Jimmy menilai tantangan tidak berhenti di 2025 saja.
Tahun 2026 disebutnya sebagai periode yang tidak kalah berat bagi industri otomotif, termasuk di segmen premium seperti Ducati.
“2026 ini sangat menantang. Sangat menantang,” ucapnya.
Di tengah tekanan pasar, Jimmy tetap menaruh harapan pada upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Ia menilai sejumlah langkah dan terobosan yang dilakukan pemerintah saat ini menunjukkan niat kuat untuk membangkitkan kondisi ekonomi.
“Tapi kan pemerintah kita ini menurut saya yang saat ini niat nih. Dalam arti niat mau bangkitkan. Ya, semua kita ikut pemerintah. Pemerintah yang bisa berhasil bangun ekonomi baik ya pasti kita ikut enak,” jelas Jimmy.
Untuk kontribusi penjualan, Ducati Indonesia masih mengandalkan model-model yang sudah dikenal luas di pasar.
Jimmy menyebut dua lini yang konsisten menjadi tulang punggung penjualan.
“Untuk modelnya Ducati itu selalu di Scrambler dan Multistrada,” ungkapnya.
Saat ini, Ducati Indonesia menawarkan lini produk yang cukup lengkap, mulai dari seri sport seperti Panigale dan Streetfighter, naked dan street bike seperti Monster, Diavel, XDiavel, dan Scrambler, hingga segmen adventure lewat Multistrada dan DesertX.
Ducati juga memiliki model supermoto seperti Hypermotard 950, dengan rentang harga dari kelas menengah hingga premium.