GridOto.com - Drama yang dibuat pria asal Maospati, Magetan, Jawa Timur gagal total.
Laporan palsu motornya hilang dimaling diungkap Polsek Maospati.
Ternyata skenario itu dibuat karena takut ke istrinya kalau motornya sudah dijual untuk top up trading.
Kapolsek Maospati, AKP Vista Dwi Pujiningsih mengatakan, laporan dugaan pencurian itu terjadi di pinggir jalan depan toilet umum pertigaan Totok, Kelurahan/Kecamatan Maospati sekitar pukul 19.50 WIB, (10/12/25).
Dalam laporan awalnya, pelapor baru pulang bekerja dari sebuah pabrik sepatu di Kabupaten Ngawi.
Ia menyebut sempat mampir ke Indomaret Jalan Barat Maospati untuk menarik uang di ATM.
Setelah itu, pelapor mengaku menaruh tas cangklong berisi uang tunai Rp 6 juta, KTP, kartu ATM, kartu keluarga dan STNK ke dalam jok motor.
Baca Juga: Niat Beli Kopi Berubah Lapor Polisi, Warga Juanda Sidoarjo Syok Ngintip Kabin Kijang Innova Reborn
Setibanya di pertigaan Totok Maospati, pelapor menghentikan motor di depan toilet umum untuk membuang air kecil.
Namun, saat keluar dari toilet, ia mengaku motornya telah hilang.
"Atas kejadian tersebut, pelapor melaporkan kerugian hingga Rp 22 juta ke Polsek Maospati,” imbuh Vista.
Polisi langsung bergerak melakukan olah TKP, memeriksa korban dan saksi, melengkapi administrasi penyelidikan, serta melakukan gelar perkara awal.
Dari hasil penyelidikan terungkap sejumlah kejanggalan.
Dari pengecekan rekaman CCTV di minimarket, polisi memastikan pelapor tidak pernah melakukan penarikan uang di ATM seperti yang disampaikan dalam laporannya.
Selain itu, petugas menemukan tas cangklong warna hitam yang dilaporkan hilang di belakang toilet umum dekat lokasi kejadian.
Baca Juga: Mahasiswa Jengkel 20 Motor Hilang Dalam 2 Pekan, Lapor Polisi Malah Dijawab Begini
"Setelah kami melakukan pemeriksaan lanjutan, pelapor mengakui tas tersebut sengaja dibuang oleh dirinya sendiri," ujar Vista.
Penyelidikan pun mengarah pada fakta yang mengejutkan.
Pelapor mengakui laporan pencurian motor tersebut adalah palsu.
Ia mengaku membuat laporan itu atas inisiatifnya sendiri karena uang gajinya telah habis digunakan untuk top up trading dan ia takut diketahui istrinya.
Tak hanya itu, pelapor juga mengaku motor yang dilaporkan hilang sebenarnya telah dijual sendiri dengan harga Rp 4 juta dan uang hasil penjualan kembali digunakan untuk trading.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Maospati memutuskan untuk melakukan pembinaan terhadap pelapor.
Polisi juga meminta pelapor membuat surat pernyataan yang berisi pengakuan perbuatan dan janji tidak mengulangi perbuatannya.
"Pelapor menyatakan siap diproses sesuai hukum apabila kemudian hari kembali melakukan tindakan serupa," tandas Vista.