Nurdiansyah mengaku sempat meminta agar bibinya diantar menggunakan ambulans yang terparkir di depan puskesmas.
"Saya lihat ada ambulans dan bilang, 'sudah pakai ambulans saja'. Kemudian dari pihak puskesmas meminta agar pasien masuk lagi ke IGD, katanya mau dipasang infus dan oksigen lagi," ujar Nurdiansyah saat ditemui di kediamannya, (13/1/26) mengutip Kompas.com.
Meski sempat membawa masuk kembali pasien ke ruang IGD, Nurdiansyah merasa prosedur yang dijalankan terlalu lambat dibandingkan kondisi pasien yang kian melemah.
Ia bahkan sempat mendapat jawaban bahwa petugas harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak RS agar tidak 'diomeli'.
"Menurut saya, karena pasien sudah parah, tidak perlu prosedur lah. Kalau ada sopirnya, langsung bawa saja. Kondisinya sudah lemas dan sesak sekali," tegasnya.
Merasa tak ada kepastian, keluarga akhirnya memutuskan membawa Khotimah keluar dari puskesmas secara mandiri.
Baca Juga: Kerugian Rp 827 Juta, Ini Penjelasan Pemkab Aceh Utara Buntut 32 Motor Dinas dan Ambulans Lenyap
Khotimah dibonceng tiga menggunakan motor.
Namun, di tengah jalan, sekitar 3 kilometer dari puskesmas, Khotimah pingsan.