Potensial Tapi Tertahan, Ini Tantangan Mobil Hybrid di Indonesia

Naufal Shafly - Kamis, 15 Januari 2026 | 23:30 WIB

Toyota Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Naufal Shafly - )

GridOto.com – Kendaraan hybrid kerap disebut sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh di Indonesia.

Namun di balik potensinya, mobil berteknologi kombinasi mesin bensin dan motor listrik ini masih menghadapi sejumlah tantangan untuk berkembang lebih luas di pasar domestik.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menilai tantangan utama kendaraan hybrid di Tanah Air masih berkaitan dengan aspek edukasi ke konsumen, khususnya di luar Pulau Jawa.

“Kalau hybrid tentunya itu kan perlu apa namanya, mengedukasi. Kalau kami lihat tadi, beberapa edukasi itu masih terutama di luar Jawa masih kurang, sehingga kita lakukan edukasi,” ujar Nandi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap teknologi hybrid masih belum merata.

Padahal, jika berkaca dari kondisi di berbagai negara, kendaraan hybrid justru berpotensi tumbuh lebih cepat dibandingkan jenis elektrifikasi lainnya apabila tingkat literasi konsumen meningkat.

“Dengan edukasi kita berharap kalau kita melihat dari negara-negara lain, pengalaman negara lain, itu hybrid itu akan tumbuh dan lebih tumbuh dibandingkan dengan yang kemarin,” lanjutnya.

Selain persoalan edukasi, faktor harga juga menjadi tantangan signifikan bagi kendaraan hybrid di Indonesia.

Sementara, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Syahda Sabrina, menjelaskan bahwa harga mobil hybrid yang relatif masih mahal membuat minat konsumen belum sepenuhnya optimal.

Baca Juga: Riset UI Ungkap Insentif Mobil Hybrid Lebih Untungkan Negara Ketimbang Mobil Listrik