GridOto.com- Inspeksi mobil bekas seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan bertahap agar calon pembeli tidak salah mengambil keputusan.
Banyak orang hanya fokus pada kondisi mesin, padahal proses inspeksi yang benar dimulai dari hal paling dasar.
Menurut Bara Putra, pemilik jasa inspeksi IO Garage di Setu, Kabupaten Bekasi, tahap awal inspeksi wajib dimulai dari pengecekan dokumen dan riwayat kendaraan.
“Surat-surat itu yang utama, kalau dari awal sudah bermasalah, sebagus apa pun mobilnya tinggal aja,” ujar Bara.
Pengecekan dokumen meliputi keaslian BPKB dan STNK, kesesuaian nomor rangka dan mesin, serta riwayat servis dan perbaikan.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Setir Mobil Bekas Miring Setelah Perbaikan Power Steering
Selain itu, odometer juga perlu dicocokkan dengan kondisi fisik mobil untuk memastikan jarak tempuh masih masuk akal.
Tahap berikutnya adalah pemeriksaan eksterior dengan melihat keseragaman celah panel bodi dan kondisi cat.
Celah pintu atau bumper yang tidak rata serta perbedaan ketebalan cat bisa menjadi indikasi mobil pernah mengalami tabrakan.
“Cek bagian celah di kap mesin atau bawah jok biasanya kalau kena banjir lumpur atau karat ada di sana tandanya,” jelas Bara.
Setelah eksterior, inspeksi dilanjutkan ke interior dengan memperhatikan bau kabin, kondisi karpet, jok, dan baut-baut di bawah jok.
Baca Juga: Tiga Penyebab Ada Bunyi Kasar Saat Belok Mentok di Setir Mobil Bekas
Semua fitur elektronik seperti AC, power window, lampu, dan indikator dashboard wajib dicoba satu per satu.
Ruang mesin juga perlu diperiksa dengan melakukan cold start untuk mendengar suara awal mesin serta mencari kebocoran oli atau cairan lainnya.
“Mesin yang sehat biasanya suaranya halus saat dingin dan gak ada rembesan,” kata Bara.
Tahap akhir adalah mengecek kaki-kaki, kolong mobil, kondisi ban, lalu melakukan test drive untuk merasakan performa, pengereman, dan transmisi secara langsung.