Jebakan Alami di Flyover Pesing Jakbar, Lima Mobil Menepi Pecah Ban Berurutan

Irsyaad W - Jumat, 9 Januari 2026 | 19:45 WIB

Sejumlah mobil menepi akibat pecah ban menghantam lubang jalan di flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, (8/1/26) (Irsyaad W - )

KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, membenarkan adanya kerusakan jalan di flyover Pesing.

"Betul, ada jalan berlubang di flyover Pesing dari arah Grogol menuju Cengkareng, tepatnya di seberang Rusun Pesing," kata Sudarmo, (9/1/26) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Sudarmo, kondisi jalan tersebut telah dicek langsung oleh personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat pagi, (9/1/26).

Informasi terkait kerusakan jalan juga telah diteruskan kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat untuk segera dilakukan perbaikan.

Sementara itu, Foreman Nissan Bintaro, Ibrohim, menjelaskan dampak mobil menghantam lubang jalan bisa sangat beragam, tergantung pada kecepatan kendaraan, ukuran lubang, serta usia komponen mobil.

"Kalau lubangnya besar dan dalam, bisa merobek ban saat mobil melaju kencang. Untuk kendaraan berat seperti truk, bahkan bisa mematahkan gardan," terang Ibrohim.

Baca Juga: Bukan Paku, Banyak Mobil Pecah Ban di Jalan Jogja-Wates Gara-gara Ranjau Alami Ini

"Selain itu, peredam kejut juga bisa lebih cepat rusak atau bocor," kata Ibrohim.

Ia menjelaskan, kerja peredam kejut yang terlalu ekstrem dapat membuat oli di dalamnya mudah bocor, sehingga performa suspensi menurun.

"Peredam kejut jadi tidak mampu meredam guncangan dengan baik jika seal di dalamnya sobek atau oli keluar," paparnya.

"Dampaknya, mobil jadi tidak nyaman dikendarai," ujarnya.

Tak hanya itu, Ibrohim menyebut masih banyak komponen kaki-kaki lain yang berisiko rusak akibat sering menghantam lubang.

"Con rod yang menyambungkan stabilizer ke peredam kejut bisa cepat oblak, bushing arm mudah sobek, bearing roda juga bisa cepat rusak. Semakin besar lubang dan semakin tinggi kecepatan, potensi kerusakan makin parah," beber Ibrohim.

Lubang-lubang kecil di jalan pun tidak bisa dianggap sepele. Menurut Ibrohim, kondisi tersebut dapat mengubah sudut roda dan mempercepat kebutuhan spooring.

"Mobil jadi lebih cepat butuh spooring ulang karena sudut roda berubah. Dalam jangka panjang, kerusakan lain juga bisa muncul karena suspensi bekerja ekstra," ujarnya.

Karena itu, Ibrohim mengingatkan pengendara untuk selalu mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak guna meminimalkan risiko kerusakan kendaraan.