GridOto.com - VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, mengklaim bahwa keunggulan kompetitifnya di pasar Indonesia terletak pada "Integrated EV Ecosystem" (Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi) yang dibangun secara mandiri.
Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, pada acara B-Camp 2025 di The Highland Park Resort, Bogor, Jawa Barat (03/12).
Menurut Kari panggilan akrabnya, "VinFast berbeda dari pemain mobil listrik lainnya karena telah menciptakan dan mengintegrasikan lima pilar utama ekosistem, memastikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang komprehensif bagi konsumen,".
Lima Pilar Ekosistem VinFast ini, membuat mereka pede untuk kuasai pasar mobil listrik di Indonesia :
1. Kepemilikan Pabrik Mandiri
VinFast menunjukkan komitmennya di Indonesia dengan membangun pabrik sendiri. "Tidak semua brand di sini punya pabrik sendiri," ujar Kariyanto.
Pembangunan pabrik ini diklaim sebagai bukti komitmen jangka panjang perusahaan, yang juga bertujuan menyerap tenaga kerja dan melakukan alih teknologi.
Pabrik seluas 171 hektar di Subang, Jawa Barat ini direncanakan akan mulai beroperasi pada semester satu tahun depan.
2. Jaringan Pengisian Daya (Charging) V-Green
Untuk mengatasi kekhawatiran konsumen tentang pengisian daya, VinFast mendirikan perusahaan saudaranya, V-Green, sebagai penyedia fasilitas charging.
"Saat ini V-Green sudah berekspansi ke seluruh wilayah Indonesia. Titiknya sudah ribuan," jelas Kariyanto.
V-Green memungkinkan VinFast melakukan ekspansi titik charging hingga ke level kabupaten, bahkan telah tersedia di kantor-kantor pos di hampir semua kabupaten.
Meskipun secara hardware dapat digunakan untuk semua mobil listrik, saat ini sistem V-Green masih dikunci eksklusif untuk kendaraan VinFast.
Informasi titik charging dapat diakses secara online melalui vinfastauto.id.
3. Layanan Taksi Xanh SM
Ekosistem ini dikenal sebagai Green SM atau Taksi Hijau (Taksi Listrik) yang sudah akrab bagi warga Jakarta dengan lebih dari 5.000 unit beroperasi.
Kariyanto menyatakan, adanya layanan taksi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba dan merasakan langsung kendaraan VinFast tanpa harus mengunjungi dealer.
"Bahkan kalau di taksi ini customer mau test drive, itu boleh," tambahnya.
Green SM direncanakan akan terus berekspansi ke kota-kota besar di Indonesia, termasuk Bandung, Jawa Barat.
4. Jaminan Harga Jual Kembali (Resale Value Guarantee) - Green Future
Salah satu kekhawatiran terbesar konsumen mobil listrik adalah depresiasi harga jual kembali, terutama nilai baterai.
Melalui program Green Future, VinFast menawarkan jaminan harga jual kembali yang agresif.
Untuk kendaraan yang digunakan selama 3 tahun, VinFast menjamin nilai beli kembali sebesar 90% dari net price (harga beli dikurangi PPN/pajak).
Setelah lebih dari 3 tahun pemakaian, jaminan harga jual kembali masih mencapai 70%.
5. VinFast Trading
Pilar kelima, VinFast Trading, berfungsi sebagai perusahaan dealer internal yang menangani transaksi jual beli kendaraan.
Kariyanto Hardjosoemarto menyimpulkan bahwa Ekosistem EV Terintegrasi inilah yang menjadi pembeda utama VinFast, menjadikannya pemain dengan penawaran terlengkap di pasar kendaraan listrik Indonesia saat ini.
"Rasanya tidak ada pemain kendaraan listrik atau brand mobil listrik yang punya ekosistem lengkap seperti VinFast. Ini menjadi pembeda VinFast dari brand yang lain," pedenya.