"Bukan Rangka eSAF" Jadi Kalimat Sakti! Bisa Bikin Harga Motor Bekas Batal Anjlok

Naufal Shafly - Sabtu, 26 Agustus 2023 | 17:30 WIB

Ilustrasi motor bekas (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Belum lama ini dunia otomotif Indonesia dihebohkan dengan rangka Enhanced Smart Architecture Frame (eSAF), yang dituding mudah keropos dan patah.

Isu ini turut berdampak pada sektor motor bekas, yang membuat calon konsumen khawatir membeli motor matic Honda dengan rangka eSAF.

Zainudin, Bos Gama Motor, mengakui isu rangka eSAF ini turut berpengaruh terhadap penjualan di showroomnya.

"Pembeli akan waspada memilih produk tersebut," kata Ujai panggilan akrabnya. 

Selain penjualan, isu ini juga turut mempengaruhi harga dari unit yang telah menggunakan rangka eSAF.

Misalnya saja Honda Genio, Ujai bilang saat ini ada penurunan harga Rp 500 ribu dibanding tahun lalu.

"Sekarang Genio 2019 dijual kisaran Rp 13,5 juta. Bulan lalu masih Rp 14 juta. Itu kondisi rangka aman," ujarnya. 

Sebaliknya, unit yang tidak menggunakan rangka eSAF kini seperti menjadi nilai jual lebih.

Seperti yang tim GridOto.com temui di situs jual beli kendaraan bekas online.

Baca Juga: Rangka eSAF Lagi Ramai Dihujat, Honda Justru Siapkan Motor Matic Baru? Rilis Akhir Agustus

Istimewa
Contoh iklan yang menggunakan embel-embel


Beberapa pengiklan di situs tersebut menyertakan embel-embel 'tidak pakai rangka eSAF' di iklan yang mereka pasang.

"Vario 125 2020 LED, rangka underbone bukan eSAF," tulis seorang pengiklan asal Tangerang, Banten.

Hal senada juga dilakukan oleh seorang pengiklan asal Depok, Jawa Barat, yang menekankan barang dagangannya bukan menggunakan rangka eSAF.

"Vario LED New 125 2020. Rangka masih menganut besi bulat Vario 125 old jadi aman dari keropos karena belum eSAF," tulisnya.

Istimewa
Contoh iklan yang menggunakan kalimat penegasan, bahwa unit yang dijual belum pakai rangka eSAF.


Sebagai informasi, permasalahan rangka eSAF yang dituding keropos dan mudah patah ini menarik perhatian sejumlah pihak.

Bahkan, sejumlah instansi seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT Astra Honda Motor (AHM) untuk klarifikasi.

Di sisi lain, AHM sendiri sebenarnya sudah melakukan klarifikasi, dengan menyebut noda kuning di rangka mereka bukanlah karat yang menyebabkan keropos.

AHM berdalih, noda kuning pada sasis mereka adalah lapisan silikat (Silicate) yang muncul saat proses pengelasan.

"Lapisan silikat itu bukan karat. Tapi lapisan itu justru melapisi frame supaya enggak terjadi oksidasi," sahut Subhan, Technical Service Manager AHM.

Namun, penjelasan tersebut dianggap sejumlah pihak kurang memuaskan, sehingga banyak yang menuntut AHM untuk melakukan recall.