Sering Disalahkan, Ini Sederet Bukti Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Guci Bukan Ulah Anak Kecil

Naufal Shafly - Selasa, 9 Mei 2023 | 20:30 WIB

Kecelakaan bus di Guci, Tegal (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Banyak yang berspekulasi bahwa kecelakaan bus di objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah karena ulah seorang anak kecil yang melepas rem tangan.

Terkait siapa yang pertama kali menyebut kecelakaan ini terjadi karena anak kecil, sejatinya masih sangat abu-abu.

Namun, masyarakat terlanjur mempercayai hingga banyak yang menjuluki anak tersebut dengan sebutan 'bocil kematian'.

Padahal spekulasi tersebut kemungkinan besar salah, karena sejumlah pihak terkait sudah membantah tuduhan yang dilontarkan.

Salah satunya Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho, telah memastikan penyebab kecelakaan bus masuk jurang ini bukan karena anak kecil yang melepas rem tangan.

Pernyataan ini didapat pihak kepolisian, setelah meminta keterangan para saksi di dalam bus.

"Iya betul (bukan anak kecil). Karena berdasarkan keterangan para saksi yang saat itu ada di dalam bus atau menjadi korban, menerangkan bahwa tidak ada orang maupun anak yang memainkan rem tangan tersebut," kata Agus saat dihubungi GridOto.com, Selasa (9/5/2023).

Hal senada juga diungkapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menyebut bahwa kecelakaan nahas bus tersebut bukanlah ulah dari 'bocil kematian'.

"Berdasarkan informasi penguji yang sudah berada di sana, rem tangan dalam keadaan terkunci, on, artinya anggapan ada anak kecil merelease rem tangan tidak terbukti," ungkap Plt Ketua Sub Komite LLAJ KNKT, Ahmad Wildan.

Baca Juga: Polisi Benarkan Kecelakaan Bus di Guci Bukan Karena Anak Kecil

Ia menambahkan, ketika bus diangkat dari jurang, roda belakang dalam kondisi tidak bisa berputar yang berarti handbrake bekerja dengan baik.

Dari informasi faktual tersebut, KNKT memiliki dugaan awal adanya energi potensial yang cukup mendorong bus sehingga bergerak.

"Karena saat kejadian sudah ada 35 orang penumpang di dalam bus. Jumlah penumpang yang banyak ini akan menambah berat massa bus," bebernya.

Dengan beban massa yang sedemikian besar, serta adanya dugaan posisi bus berada di jalan menurun, hal itu dapat menimbulkan potensi energi yang mendorong bus.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, KNKT akan mengukur seluruh fungsi pengereman.

Istimewa
KNKT investigasi kecelakaan bus masuk jurang di Tegal


"Kita akan bongkar teromol dan chamber-nya, akan diukur gap (jaraknya)," bilang Wildan.

Selanjutnya adalah keterangan saksi yang juga berada di dalam bus saat kejadian, semakin menguatkan dugaan bahwa anak kecil bukanlah penyebab kecelakaan.

Menurut Ayum (54), penumpang yang mengaku duduk tepat di kursi belakang sopir pun menampik isu liar tersebut.

"Enggak ada (yang mainkan rem tangan), gak ada anak kecil. Orang saya (duduk) di depan gak ada anak kecil," kata Ayum dikutip dari tribunnews.com.

Baca Juga: KNKT Klarifikasi Kecelakaan Bus di Guci Bukan Ulah Bocil, Warganet Belum Percaya

Pernyataan Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, dapat menggugurkan tuduhan anak kecil memainkan rem tangan.

Menurut pria yang akrab disapa Sani ini, rem tangan pada bus relatif tidak mudah dilepas oleh orang awam, terutama anak kecil.

"Rem tangan yang normal tidak mudah direlease begitu saja, harus ditarik lock (kuncinya) yang ada di batang tuas," kata Sani saat dihubungi GridOto.com, Senin (8/5/2023).

"Jadi kalau hanya tersenggol dan (dimainkan) orang yang tidak paham, menurut saya tidak mudah begitu saja merelease rem tangan ini," tambahnya.

Dengan sederet keterangan dari berbagai sumber, rasanya kecelakaan bus di Guci memang bukan terjadi karena anak kecil.

Namun, segala fakta baru masih dapat terungkap.

Mengingat sejumlah instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan, untuk menguak penyebab kecelakaan sebenarnya.

Oleh sebab itu, mari kita tunggu hasil penyelidikan seutuhnya agar tidak ada lagi yang saling menyalahkan pihak tertentu.