Penambangan Tanah Uruk Tol Yogyakarta-Solo Diberhentikan, Warga Keluhkan Jalan Rusak

Dia Saputra - Rabu, 20 Juli 2022 | 08:10 WIB

Satu unit mobil melintas di jalan desa yang rusak karena dilalui truk pembawa tanah urug Tol Yogyakarta-Solo. (Dia Saputra - )

GridOto.com - Aktifitas penambangan tanah uruk Tol Yogyakarta-Solo diberhentikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Pemberhentian aktivitas penambangan tanah ini dilakukan di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng).

Langkah ini sudah dikoordinasikan dengan pihak penambang dan stakeholder terkait agar jalan desa tidak semakin rusak.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Klaten, Agus Suprapto.

Agus Suprapto menjelaskan, penambangan tanah uruk Tol Yogyakarta-Solo memang diberhentikan sementara.

"Kami masih menunggu komitmen dari pengelola proyek dengan warga setempat untuk melengkapi MoU," buka Agus Suprapto dikutip dari TribunJogja.com.

Menurutnya pihak penambang tanah mengantongi izin resmi atau memiliki Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB).

Surat tersebut dikeluarkan oleh Provinsi sesuai Perpres Nomor 55 Tahun 2022 pada Maret 2022.

Joko Purwanto selaku Camat Bayat mengatakan, pihak penambang belum ada kesepakatan penggunaan jalan desa.

Baca Juga: Lahan Proyek Tol Yogyakarta-Solo di Kulon Progo Bakal Dibebaskan Akhir 2022, Tapi Masih Tunggu Satu Hal Ini Diterbitkan

"Warga setempat merasa dirugikan dengan aktivitas penambangan yang merusak jalan desa," jelas Joko Purwanto.

Menurutnya, truk yang mengangkut tanah belum ada kesepakatan antara pihak CV dan Desa Kebon.

Terkait masalah kerusakan jalan, Joko menjelaskan akan digelar koordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusinya.

"Kami akan mengadakan koordinasi dengan OPD terkait dan pengelola tol maupun CV," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Aktivitas Penambangan Tanah Urug Proyek Tol Yogyakarta-Solo di Kebon Klaten Ditutup Sementara