Selain F1 Abu Dhabi 2021, Inilah Jarak Poin Paling Ketat Jelang Balapan Terakhir Sepanjang Sejarah F1

Rezki Alif - Kamis, 9 Desember 2021 | 16:40 WIB

Max Verstappen dan Lewis Hamilon berjarak 0 poin jelang F1 Abu Dhabi 2021 (Rezki Alif - )

GridOto.com - Akhir pekan ini Sirkuit Yas Marina F1 Abu Dhabi 2021 akan jadi saksi pertarungan Max Verstappen dan Lewis Hamilton demi gelar juara F1 2021.

Sepanjang musim, petarungan Max Verstappen dan Lewis Hamilton berlangsung sangat ketat dengan berbagai kontroversi sejak awal musim.

Hubungan personal kedua pembalap panas dingin, begitu pula antara tim Red Bull Racing dan Mercedes.

Yang istimewa adalah setelah 21 balapan berlangsung, poin Verstappen dan Hamilton sama besar jelang dimulainya F1 Abu Dhabi 2021.

Ketatnya poin inilah yang akan membuat balapan F1 Abu Dhabi 2021 semakin menarik.

Selain akhir pekan ini, pernah terjadi juga pertarungan dua pembalap yang jarak poinnya juga sangat ketat.

1. Tahun 1974, antara Emerson Fittipaldi dan Clay Regazzoni

Seperti halnya Verstappen dan Hamilton, Fittipaldi dan Regazzoni tahun 1974 mengoleksi poin yang sama jelang seri terakhir.

Baca Juga: Jadi Penutup Musim Ini, F1 Abu Dhabi 2021 Akan Jadi Perpisahan Buat Beberapa Pembalap

Fittipaldi dan Regazzoni sama-sama punya 52 poin, di mana Fittipaldi dianggap masih memimpin karena dia sudah memenangkan lebih banyak balapan.

Balapan terakhir digelar di Watkins Glen, di mana Fittipaldi start dari posisi ke-8 sedangkan Regazzoni tepat satu posisi di belakangnya.

Sayang bagi Regazzoni, yang mengalami masalah mobil sepanjang balapan dan hanya finis ke-11.

Fittipaldi mampu merangsek naik dan finis keempat, hingga akhirnya meraih gelar keduanya.

2. Tahun 1981, antara Carlos Reutemann dan Nelson Piquet

Pada tahun ini, Reutemann menghadapi balapan terakhir dengan keunggulan 1 poin saja dari Piquet.

Masih ada juga Jacques Laffite yang juga masih punya peluang juara, tapi jarak poinnya sudah 6 poin dari leader jadi peluangnya sedikit.

Pertarungan gelar ditentukan di Caesars Palace, Las Vegas, di mana Reutemann berhasil meraih pole position.

Baca Juga: Jangan Kelewatan Duel Max Verstappen dan Lewis Hamilton Demi Gelar Juara, Ini Jadwal F1 Abu Dhabi 2021

Sayangnya dia harus turun ke posisi kelima saat lap pertama balapan, sang pembalap mengalami masalah girboks selama akhir pekan yang ternyata membuat posisinya banyak melorot saat balapan.

Akhirnya Piquet yang jadi juara dengan finis kelima, keunggulannya hanya 1 poin dari Reutemann.

Reutemann jadi satu-satunya pembalap yang memimpin kejuaraan jelang seri terakhir tapi malah kalah dalam perebutan gelar.

3. Tahun 1994, Michael Schumacher dan Damon Hill

Pertarungan antara Schumi dan Hill ini bisa jadi yang sangat diingat oleh fans.

Schumi datang ke Australia dengan keunggulan 1 poin dari Hill.

Nigel Mansell berhasil meraih pole, Schumacher start di sampingnya dengan Hill berada di grid ketiga.

Schumacher start dengan baik dan memimpin di awal balapan, sementara Hill melesat ke posisi dua dengan mobil Williams-nya.

Sayang Schumacher melakukan kesalahan dan melebar, Hill memanfaatkannya untuk masuk menyalip.

Keduanya malah tabrakan hingg Schumi harus keluar dari balapan, sedangkan Hill sebenarnya mampu kembali ke pit namun dengan kerusakan mobil yang parah dan tidak bisa lanjut balap.

Schumacher akhirnya bisa meraih gelar pertamanya karena kedua pembalap sama-sama gagal meraih poin.

Musim 1994 ini juga jadi musim sangat intens antara dua pembalap beserta kontroversi-kontroversinya.

4. Tahun 1997, Michael Schumacher dan Jacques Villeneuve

Schumacher datang menuju Jerez untuk F1 Eropa dengan keunggulan 1 poin dari Villeneuve.

Uniknya kedua pembalap sempat mencatatkan waktu sama pada kualifikasi.

Karena Villeneuve yang mencetak waktu duluan, dialah yang berhak start dari pole sementara Schumi harus puas di P2.

Namun pembalap asal Jerman ini langsung tancap gas saat start dan memimpin balapan.

Menuju 20 lap terakhir, Villenueve mampu melewati Schumi namun keduanya malah senggolan.

Villeneuve mampu tetap lanjut sementara Schumacher harus keluar dari balapan, hingga pria asal Kanda tersebut berhasil meraih gelar F1-nya.

Awalnya kejadian tersebut dianggap insiden balap biasa.

Namun setelah dua pekan, tabrakan antara dua pembalap dinyatakan sebagai pelanggaran berat oleh Schumacher yang akhirnya didiskualifikasi dari musim 1997.