Dibilang Netizen Bukan Kaleng-kaleng, Pria Ini Enteng 'Nyetut' Angkot Pakai Satu Kaki, Caranya Terbalik Pula

Ditta Aditya Pratama,Dia Saputra - Jumat, 3 Desember 2021 | 16:50 WIB

Pria ini 'nyetut' angkot pakai satu kaki. (Ditta Aditya Pratama,Dia Saputra - )


Alasan kedua, dengan cara menarik, kaki semua pengendara berada di footstep atau dek, sehingga motor tidak mudah hilang keseimbangan.

"Berbeda saat menyetut, posisi kaki pengendara saat mendorong motor tidak semua di footstep. Artinya motor rawan hilang keseimbangan," terang Sony.

Dengan cara menarik motor dengan tali, posisi motor juga lebih aman karena berjalan sejajar ke belakang.

"Dengan posisi kedua motor berjalan sejajar, lebih aman dibanding menyetut yang membuat posisi dua motor hampir sejajar ke samping dan makan space jalan, serta menyebabkan lalu lintas tersendat," ucapnya.


Menurut Sony, selain bikin macet, belum lagi faktor human error yang juga bisa menyebabkan kecelakaan.

"Ketika motor yang didorong tiba-tiba ngerem mendadak atau ada jalan berlubang, kaki pengendara yang mendorong tidak siap, bisa-bisa kecelakaan dan berakibat cidera," terang Sony.

Ia menambahkan, jangan pernah menganggap remeh aktivitas seperti mendorong motor dengan kaki, sebab kaki pengendara bukan dirancang untuk melakukan hal semacam ini.