Street Manners - Waspada Kendaraan Bisa Terbalik Akibat Asal Ngebut di Genangan Air, Ini Penjelasannya!

Harun Rasyid - Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:05 WIB

Toyota Fortuner mengalami kecelakaan akibat selip setelah melewati genangan air atau aquaplaning dan hantam Toyota Agya di tol Medan-Tebingtinggi, Minggu (19/09/2021). (Harun Rasyid - )

Baca Juga: Aquaplaning Enggak Jadi Momok Lagi Kalau Pakai Easyrain AIS, Begini Cara Kerjanya

Ia mengungkapkan, aquaplaning memiliki kemungkinan yang kecil untuk membuat mobil terbalik di medan jalan yang terbilang rata.

"Namun jika jalannya bergelombang (bumpy) atau permukaan lapisan jalannya berbeda-beda, mungkin saja. Itupun biasanya di mobil yang punya ground clearance tinggi," jelas Sony.

Jadi demi mencegah aquaplaning, Sony menyarankan agar pengemudi mengurangi kecepatan kendaraannya.

"Normalnya kecepatan dikurangi 10 sampai 20 kilometer per jam ketimbang di kondisi jalan kering," sebutnya.

"Selain itu ban yang dipakai enggak boleh botak, enggak boleh kurang angin, dan harus sesuai peruntukan. Lalu kecepatan juga perlu disesuaikan, selanjutnya pengendara harus mengolah kemudi dengan cara yang yang halus, tidak agresif atau kasar," sambung Sony.

Tiktok/josua_victor_sijabat
Tangkapan layar Toyota Kijang Innova mengalami aquaplaning di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Lumban Julu pada Minggu (27/06/2021).


Ia menambahkan, aquaplaning terjadi begitu cepat sehingga membuat pengendara kurang waspada saat melaju di cuaca hujan.

"Sebenarnya saat hujan kendaraan sering terkena aquaplaning, hanya saja pengemudi tidak sensitif sehingga cuek dan panik saat ban selip hingga kendaraannya melintir," terang Sony.

Dengan begitu, lebih hati-hati lagi ya sob saat mengendarai kendaraan di musim hujan.