Gesits Bakal Bangun Pabrik Kedua di Bali Akhir Tahun 2021, Ini Lokasinya

Muslimin Trisyuliono - Kamis, 17 Juni 2021 | 08:36 WIB

Motor Listrik Gesits G1 di dealer Gesits Jalan Mgr Sugiyopranoto, Bulustalan, Semarang. (Muslimin Trisyuliono - )

GridOto.com - Setelah meluncurkan motor listriknya di 2019 lalu, PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) selaku manufaktur dan prinsipal motor listrik Gesits akan membangun pabrik kedua di Bali.

Trihari Agus Riyanto, Direktur Keuangan WIMA menjelaskan rencana peletakan batu pertama pabrik untuk perakitan, akan dilakukan pada akhir tahun atau tepatnya Oktober 2021.

Dengan pemilihan lokasi di wilayah Bali Utara, pabrik perakitan tersebut memiliki luas lahan 106 hektare.

"Lokasi (pabrik perakitan) di Jembrana, Bali Utara kira-kira dari penyebrangan Gilimanuk setengah jam. Kami diberi pengolahan kawasan industri terpadu Bali konsepnya green," ujar Trihari kepada GridOto.com, Rabu (16/06/2021).

Baca Juga: Motor Listrik Gesits Bisa Dikredit Tanpa DP, Angsuran Termurah Mulai Rp 600 Ribuan
 
"Kami sedang memproses perubahan tanah dari hak guna usaha (HGU) ke hak pengelolaan (HPL). Mudah-mudahan dari pihak Pemprov khususnya Perusda Bali akan mengurus kira-kira selesai di bulan Oktober, setelah itu kemungkinan bisa groundbreaking," sambungnya.

Kemudian, Trihari menjelaskan pemilihan lokasi di Bali dilakukan untuk memenuhi pangsa pasar motor listrik Gesits di Indonesia Bagian Timur.

Lantaran, saat ini seluruhnya produksi dan pengiriman dilakukan di pabrik perakitan milik PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

"Dengan adanya pabrik di sana masyarakat Bali akan lebih cepat mendapat unitnya mungkin bisa lebih murah. Nanti pabrik di Bali akan menjadi pemasok di wilayah timur," katanya.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Gesits Naik per Juni 2021, Ini Alasannya

Terakhir, Anto Rinaldi selaku Manager Pemasaran WIMA pun mengungkapkan nilai investasi WIMA untuk pembangunan pabrik perakitan tersebut.

"Untuk kajian investasi, proses bisnisnya sudah oke tinggal membangun fisik infastruktur. Untuk di Bali WIKA investasi cukup besar di angka Rp 200 miliar," ucap Rinaldi.