Honda Akui Produksi Mobil Baru di Indonesia Terhambat Karena Krisis Semikonduktor, Tapi Ada Penyebab Lain

Harun Rasyid - Selasa, 15 Juni 2021 | 15:50 WIB

Ilustrasi produksi mobil di PT Honda Prospect Motor (HPM) (Harun Rasyid - )

GridOto.com - Krisis komponen semikonduktor yang melanda para produsen mobil di dunia, ikut mempengaruhi tingkat produksi unit di Tanah Air.

Salah satu produsen mobil di Indonesia yang merasakan dampak krisis komponen semikonduktor yaitu, PT Honda Prospect Motor (HPM).

Yusak Billy, Business Innovation and sales & Marketing Director HPM mengakui, produksi mobil baru Honda di Indonesia cukup terganggu dengan krisis chip tersebut.

"Ya, produksi kami cukup terhambat. Inden juga terjadi di beberapa daerah, bahkan hingga Juli sampai Agustus 2021. Tapi untuk model dan tipenya berbeda-beda di tiap daerah,” ujarnya saat konferensi virtual beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Krisis Semikonduktor Belum Selesai, Tiga Pabrikan Otomotif Jepang Putuskan Ambil Langkah Tegas

Billy mengatakan, pihaknya berupaya memaksimalkan produksi mobil baru Honda sesuai dengan ketersediaan komponen yang didistribusikan pemasok.

"Kalau ada masalah produksi di satu model karena chip semikonduktor, kami bisa mengalokasikan produksi ini pada model lainnya," terangnya.

Selain itu Billy menambahkan, inden yang terjadi untuk mobil baru Honda di beberapa wilayah, tidak hanya dipengaruhi oleh krisis komponen semikonduktor.

"Terhambatnya produksi kami bukan semata-mata karena chip semikonduktor, tapi juga akibat relaksasi PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang membuat permintaan unit dari konsumen naik sangat tinggi," tutupnya.

Baca Juga: Krisis Semikonduktor Ternyata Bikin Honda Lumayan Merana, Kenapa Bisa Begitu?

Melansir Reuters pada 16 Mei lalu, krisis semikonduktor berdampak pada 100 ribu mobil baru dari Honda.

Seiji Kuraishi, Executive Vice President Honda Motor Company di Jepang menyatakan krisis tersebut sudah terasa dampaknya bagi Honda sejak tahun 2020.

Otomotif.Kompas.com
Ilustrasi chip semikonduktor


"Kami memperkirakan dampak krisis semikonduktor ini baru selesai pada akhir 2021 mendatang," ucap Kuraishi yang dikutip GridOto.com dari Reuters.