Jadi Pembalap Baru Tim Ferrari, Bagaimana Status Carlos Sainz di F1 2021?

Fendi - Senin, 21 Desember 2020 | 23:15 WIB

Carlos Sainz (kanan) saat berkunjung ke markas tim Ferrari, bertemu Mattia Binotto dan calon rekan setimnya Charles Leclerc (Fendi - )


GridOto.com – Carlos Sainz akan jadi pembalap baru tim Ferrari untuk musim balap F1 2021. Pada Sabtu (19/12/2020) lalu ia berkunjung ke markas tim di Maranello, Italia.

Ini kunjungan pertama Carlos Sainz ke markas besar tim berlambang kuda jingkrak, setelah sebelumnya balapan untuk tim McLaren sejak 2019.

Pembalap Spanyol berusia 26 tahun ini akan berpartner dengan Charles Leclerc yang sudah dua tahun membela tim merah.

Sebagai pembalap baru tim Ferrari yang menggantikan posisi Sebastian Vettel, bagaimana status Carlos Sainz pada musim balap F1 2021?

Baca Juga: Diperkuat Charles Leclerc dan Carlos Sainz, Ini Target Tim Ferrari Untuk F1 2021

Tahun depan Charles Leclerc akan memasuki musim ketiganya bersama Scuderia Ferrari, apakah ia akan jadi pembalap utama?

"Tidak ada yang tertulis dalam kontrak Charles menjadi pemimpin (tim)," kata bos tim Ferrari, Mattia Binotto, seperti dikutip GridOto.com dari Motorsport.com 19/12/2020).

Ferrari
Carlos Sainz (kiri) berkunjung ke markas tim Ferrari di Maranello, Italia, Sabtu (19/12/2020)

Ia menambahkan, keduanya akan bebas bertarung di trek alias statusnya sama, tidak ada pembalap utama dan kedua.

“Saya pikir penting bahwa mereka tidak merusak diri mereka sendiri, itu jelas, tapi saya pikir mereka akan memiliki kesempatan yang sama, tentu saja di awal musim,” lanjutnya.

Mattia Binotto memprioritaskan Ferrari untuk mencetak point maksimum kejuaraan konstruktor.

“Prioritas utama kami, seperti yang saya katakan di masa lalu dan akan tetap ada, adalah mengoptimalkan point tim,” jelasnya.

Pembalap pun harus menurut perintah tim. Bagaimana strateginya?

“Jadi mungkin saja dalam beberapa balapan, akan penting bahwa keduanya entah bagaimana membantu keputusan tim atau menerima keputusan tim untuk mengoptimalkan apa yang tim inginkan,” ujarnya.

Dengan demikian, tim juga akan membantu kemauan para pembalap.

Baca Juga: Mantan Pembalap F1 Jelaskan Kenapa Tim Ferrari Pakai Pembalap Muda

Nantinya akan ada diskusi terbuka antara kedua pembalap jika ada keuntungan yang jelas dari satu pembalap ke pembalap lain, dan salah satu dari dua pembalap dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin untuk yang lain.

Ferrari
Carlos Sainz masuk ke kokpit mobil F1 Ferrari, coba menyesuaikan posisi duduk, sudut pandang dan bentuk tubuhnya

Ia berharap kedua pembalapnya bisa saling membantu namun tetap bermanfaat bagi tim.

“Mengoptimalkan poin tim adalah prioritas pertama," bilang Mattia Binotto lagi.

Seperti diketahui, sejak datangnya Charles Leclerc ke tim Ferrari tahun 2019, sering terjadi bentrokan atau saling sikut di lintasan dengan Sebastian Vettel.