Tim Repsol Honda Raih Hasil Buruk Tanpa Marc Marquez, Alberto Puig Tetap Puji Kerja Keras Alex Marquez

Dia Saputra - Jumat, 18 Desember 2020 | 13:08 WIB

Alberto Puig ingin melupakan musim MotoGP 2020 karena Marc Marquez absen hingga seri terakhir. (Dia Saputra - )

GridOto.com - Bagi tim Repsol Honda, gelaran MotoGP 2020 adalah musim yang buruk karena Marc Marquez harus absen hingga seri terakhir akibat cedera.

Tanpa kehadiran Marc Marquez, Repsol Honda tak berhasil meraih kemenangan sama sekali di MotoGP 2020.

Bahkan hasil buruk di musim ini tak ingin diingat lagi oleh manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig.

"Musim ini tak lagi untuk diingat karena satu pembalap terbaik kami tidak bisa ikut balapan," ujar Alberto Puig dikutip dari GPone.com.

Baca Juga: Ini Alasan Ducati Sulit Menggaet Marc Marquez dari Honda

Puig menegaskan, absennya Marc di MotoGP 2020 sangat berpengaruh terhadap semua target yang telah disusun.

"Absennya Marc jelas jadi hal buruk bagi kami. Tanpa kami jelaskan pun hal itu sudah tampak," lanjutnya.

boxrepsol.com
Marc Marquez dan Alberto Puig dari Repsol Honda.

Meski mendapat hasil buruk tanpa Marc, Puig tetap mengapresiasi usaha dan kerja keras Alex Marquez di Repsol Honda.

Ia mengatakan, musim pertama Alex Marquez di kelas MotoGP sangat baik karena bisa menaklukkan Honda RC213V.

Baca Juga: Mantan Pembalap MotoGP Tanggapi Kondisi Marc Marquez, Menurutnya Inilah Skenario Terburuk yang Bisa Terjadi

Menurut Puig, tak hanya dirinya yang mengakui kemampuan Alex dalam memacu RC213V di sirkuit.

Namun beberapa kru dan pihak Honda juga mengakui kalau Alex sangat cepat beradaptasi dengan motornya.

Bahkan Alex berhasil meraih dua podium menggunakan motor yang digadang-gadang hanya dibuat untuk Marc.

"Selain Alex, Takaaki Nakagami juga menunjukkan kemampuan terbaiknya di musim ini," terangnya.

MotoGP.com
Alex Marquez bisa menaklukan Honda RC213V.

Baca Juga: 10 Hari Setelah Operasi, Marc Marquez Akhirnya Keluar dari Rumah Sakit

Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras Stefan Bradl karena dinilai telah jadi pahlawan bagi Repsol Honda.

"Dia harus menjadi penguji dan pembalap dalam satu musim, tapi dia bisa beradaptasi dengan cepat," pungkasnya.