Street Manners: Waspada Motor Hilang Kendali Saat Lewati Fly Over, Asal Ngebut Nyawa Melayang!

Harun Rasyid - Sabtu, 13 Juni 2020 | 19:18 WIB

Ilustrasi kendaraan melintasi fly over (Harun Rasyid - )

GridOto.com - Karena hilang kendali, pengendara Honda Genio bernama Novi Naidatul terpental dari fly over Green Lake, Karang Tengah, Tangerang, pada Kamis (11/6/2020).

Akibatnya, pemotor berusia 20 tahun ini meninggal dunia setelah terjun dari jalan layang setinggi 6 meter tersebut.

Peristiwa ini ditanggapi Sony Susmana selaku Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), ia mengatakan ada beberapa penyebab motor bisa hilang kendali saat melintasi fly over.

Pertama karena adanya besi sambungan yang melintang di atas jalan layang.

"Besi ini berfungsi sebagai saluran air yang berfungsi agar tidak terjadi genangan, besi yang terletak di sambungan jalan ini membuat permukaan permukaan aspal tidak rata sehingga apabila dilintasi, ban seperti terkena lubang," ujar Sony saat dihubungi GridOto.com, Sabtu (13/6/2020).

Baca Juga: Street Manners : Ini Kata Pakar Soal Bahaya Beli Mobil Bekas Tabrakan

Kedua karena pengendara motor salah perhitungan membuka gas ketika memasuki fly over.

"Posisi jalan yang menanjak, bukan berarti harus gas agar nafas motor tidak habis. Lebih baik tahan gas tetap stabil walaupun kendaraan melambat," sebut Sony.

Billy Riestianto / GridOto.com
Ilustrasi safery riding


Jadi walaupun motor melambat hal itu tidak masalah, sebab tanjakan sudah diperhitungkan oleh pembuat fly over.

"Dengan kecepatan konstan motor tetap akan sampai ke atas tanpa adanya kendala," jelas Sony lagi.

Baca Juga: Street Manners: Waspada Bahaya Gejala Microsleep Saat Mengemudi

Selain itu menurut Sony, faktor kencangnya angin juga jadi penyebab motor goyang dan lost control.

"Ketinggian fly over yang bisa sampai 5 meter atau lebih membuat angin datang tidak beraturan dari segala penjuru. Sehingga di sinilah banyak terjadi kecelakaan karena kendaraan hilang kendali karena terkena tekanan angin yang kencang," terangnya.

Medan.kompas.com
Ilustrasi tinggi fly over


Selain itu, kadang fly over disalahgunakan sebagai tempat yang asyik untuk melihat pemandangan bahkan dipakai untuk nongkrong.

"Adanya pengendara lain yang berhenti di atas fly over sangat mengganggu pengendara lain yang melintas. Bukan tidak mungkin pengendara yang dari bawah akan kaget dan juga hilang kendali," ungkap Sony.

Baca Juga: Nekat Melintas di Fly Over, Puluhan Pengendara Motor di Kota Malang Langsung Ditilang, Polisi Siap Lakukan Razia Lagi

Maka dari itu, pemotor maupun pengemudi kendaraan roda empat sebaiknya mengurangi kecepatannya dan bukan malah ngebut saat naik fly over.

"Saat naik jalan layang pengendara wajib kurangi kecepatan 20 km/jam demi menjaga keseimbangan dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan," tutup Sony.