Pengurus Sirkuit Sentul Bilang Hal Ini Akan Jadi Tantangan Menggelar Ajang Balap di Fase New Normal

Muhammad Rizqi Pradana - Senin, 1 Juni 2020 | 20:35 WIB

Pengurus sirkuit Sentul bilang hal ini akan jadi tantangan utama saat menyelenggarakan balapan di fase New Normal. (Muhammad Rizqi Pradana - )

GridOto.com - Fase ‘New Normal’ yang sedang direncanakan pemerintah merupakan upaya agar masyarakat dapat beraktivitas dengan senormal-normalnya dalam pandemi Covid-19 atau virus Corona di Indonesia.

Fase tersebut pun sangat diantisipasi oleh berbagai pihak untuk kembali menggelar acara dan menggerakkan roda ekonomi masing-masing seperti sedia kala, tak terkecuali dari dunia balap dalam negeri

Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku regulator olahraga bermotor di Indonesia pun telah membuat protokol mengenai penyelenggaran balap di fase ‘new normal’ mendatang.

Tapi menurut Irawan Sucahyono, selaku advisor Sirkuit Sentul yang menggelar berbagai macam event balapan, ada satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan balap di fase new normal nanti.

Baca Juga: Bukan Cuma Balap Internasional, Balap Nasional Ternyata Juga Siap Digelar Hadapi New Normal, Apa Saja Ketentuannya?

“Tantangan terbesarnya adalah menjaga agar prosedur keselamatan terutama terkait pencegahan penularan Covid-19 bisa terlaksana dan ditaati dengan baik,” ujarnya kepada GridOto.com (1/6/2020).

Contohnya seperti physical distancing, pembatasan jumlah orang di dalam paddock dan jalur pit, pemakaian masker, sanitasi sirkuit dan lain-lain.

“Harus dibuat aturan yang bisa dipahami dengan baik oleh semua orang, sehingga tidak terjadi hal yang dapat mengurangi bobot ajang balapan tersebut, terutama di mata peserta dan sponsor,” jelas Irawan.

Baca Juga: Sudah Ada Pedoman Balapan di Fase New Normal, Panitia ISSOM Belum Mau Kasih Tanggal Main Pastinya

Hal tersebut harus diperhatikan karena balap itu, baik balap motor, balap mobil, maupun balapan lainnya tidaklah sebatas olahraga bermotor, tapi sudah menjadi sebuah industri.

“Karena dalam balapan itu banyak yang punya kepentingan, selain adu cepat antar pembalap tapi juga sebagai ajang persaingan antar bengkel,” tukas Irawan.

Termasuk untuk para pemain dengan skala besar seperti APM, yang sebelum mengikuti suatu ajang balapan pasti punya perhitungan untung-rugi yang ketat terutama dari sisi marketing.