Dikepung Pandemi, GIIAS Bakal Dilakukan Secara Online? Gaikindo: Bisa Saja, Tapi..

Naufal Shafly - Senin, 11 Mei 2020 | 17:02 WIB

Ilustrasi. Pameran GIIAS 2019. (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Gelaran GIIAS 2020 resmi ditundur ke tanggal 22 Oktober - 2 November, karena alasan pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Bukan hanya GIIAS, pandemi ini juga membuat sejumlah pabrikan gagal meluncurkan produk baru mereka.

Sebagian pabrikan lainnya, ada juga yang tetap melaunching produknya tetapi lewat sarana digital.

Lalu, apakah mungkin GIIAS 2020 juga diubah formatnya menjadi pameran digital?

Menanggapi hal ini, Kukuh Kumara selaku Sekretaris Jendral GAIKINDO, menyebut pameran otomotif bisa saja dilakukan secara digital, tapi tidak dalam waktu dekat ini.

Naufal/GridOto.com
Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo, saat menjadi narasumber di acara Ngovi

Baca Juga: Meski Peluncuran Produk Baru Tertunda, Pengusaha Aftermarket Berharap Bisa Recover di GIIAS 2020

Pasalnya, konsumen masih membutuhkan pameran offline, untuk melihat dan merasakan langsung kendaraan yang ingin dibelinya.

"Bisa sekali (pameran dilakukan online). Karena banyak juga kan orang beli mobil bisa lewat virtual. Tapi kan berbeda ya, apa kita yakin mau beli mobil tanpa menyentuh barangnya?" buka Kukuh saat menjadi narasumber di acara Ngobrol Virtual (Ngovi) besutan Otomotif Group (11/5/2020).

Menurutnya, dalam membeli kendaraan, konsumen di Indonesia masih sangat membutuhkan test drive untuk merasakan feel dan performa dari kendaraan tersebut.

Baca Juga: Meski GIIAS 2020 Jadwalnya Mundur, Daihatsu dan Toyota Pastikan Bakal Ikut

Sehingga, orang akan tetap membutuhkan datang ke pameran offline agar bisa merasakan hal itu.

"Orang membeli mobil itu menginvestasikan uang yang tidak murah, ratusan juta dikeluarkan. Apa iya mereka cukup dengan virtual aja? Kalau fitur-fitur mungkin bisa lihat di digital, tapi kan feeling berkendara dan kenyamanan di dalamnya harus didapat dari mencoba mobilnya. Ini yang nampaknya belum tergantikan saat ini," lanjutnya.

Meski begitu, Kukuh tak menutup kemungkinan jika di masa depan feel tersebut bisa digantikan lewat perangkat teknologi, sehingga pameran bisa dilakukan secara offline.

"Tapi untuk sekarang, orang tetap ingin merasakannya secara langsung," tutupnya.