Meski Peluncuran Produk Baru Tertunda, Pengusaha Aftermarket Berharap Bisa Recover di GIIAS 2020

Wisnu Andebar - Senin, 11 Mei 2020 | 12:33 WIB

Suasana Booth Kramat Motor di GIIAS 2019. (Wisnu Andebar - )

GridOto.com - Dalam sektor otomotif, pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada penjualan, tapi juga peluncuran produk baru yang tertunda.

Seperti dialami PT Kramat Motor, perusahaan spesialis audio dan multimedia mobil.

"Sebenarnya untuk 2020 kami sudah siapkan beberapa produk high end, banyak yang kami siapkan, tapi tertunda karena ada virus Corona ini," kata Ayong Jeo CEO PT Kramat Motor dalam acara Ngobrol Virtual (NGOVI) yang digelar oleh OTOMOTIF Group, Sabtu (9/5/2020).

Oleh karena itu, ia memprediksi pada September 2020 kondisi pandemi sudah mulai membaik dan bisa meluncurkan produk terbaru.

Baca Juga: Tutup 2 Bulan Karena Pandemi Covid-19, Kramat Motor Tetap Bayar Gaji dan THR Pegawai

GridOto.com
Ayong Jeo saat menjadi narasumber di acara NgoVi ke-15 yang diadakan OTOMOTIF Group bertajuk Strategi Bertahan Aftermarket Audio, Suku Cadang dan Peratawatan Otomotif.

"Untuk recover mungkin September lebih realistis, kami punya produk yang akan launching setelah pandemi ini, taruh lah September," jelasnya.

Sebelumnya ia berencana akan melakukan peluncuran produk baru itu dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020.

"Sebenarnya mau launching di GIIAS 2020, tapi tertunda jadi Oktober (awalnya Agustus 2020), mungkin nanti di Oktober konsumen sudah bisa melihat banyak model baru," terangnya lagi.

Menurutnya, produk teranyar yang sudah disiapkan ini bukan hanya dari sisi penampilan, tapi dari segi kualitas audionya juga lebih bagus.

Baca Juga: Omset Menukik Tajam Akibat Pandemi Covid-19, Distributor Audio dan Multimedia Ini Pilih 'Shutdown' Dua Bulan

Lebih lanjut Ayong berujar, terpenting sistem audio ini sudah berbasis Internet of Thing (IoT), yang memungkinkan untuk mentransfer data lewat jaringan.

Ia menambahkan, ketika pandemi sudah selesai, pasti semuanya ingin kembali berjualan, sehingga nanti diharapkan GIIAS 2020 bisa terlaksana meski jadwalnya mundur.

"Kalau haus penjualan pasti tidak luput dari pameran, promosi, produk-produk baru, semua itu pastinya untuk recover," pungkasnya.