Selama Tiga Hari, Ratusan Pemudik dari Zona Merah Disuruh Putar Balik di Perbatasan Yogyakarta, Ini Rinciannya

Naufal Nur Aziz Effendi - Kamis, 30 April 2020 | 18:51 WIB

(Ilustrasi) Pengawasan kendaraan di Posko Terpadu Pemeriksaan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kulon Progo, Daerah istimewa Yogyakarta (Naufal Nur Aziz Effendi - )

Baca Juga: Perbatasan Yogyakarta-Magelang Dijaga Ketat, Ini Cara Polisi Membedakan Pemudik dengan Warga Lokal

Selain itu, bagi bus yang penumpangnya melebihi kapasitas atau tidak menerapkan physical distancing juga diberlakukan putar balik.

Aturannya, jumlah orang dalam kendaraan paling tinggi 50% dari kapasitas tempat duduk.

Sedangkan untuk motor tidak membawa penumpang (hanya untuk pengendara).

Terkait penggunaan masker, rata-rata penumpang bus atau kendaraan pribadi sudah menerapkannya.

Dan jika ditemukan ada penumpang tak mengenakan masker, maka secara persuasif pihaknya akan memberi mereka masker, jika stok di pos masih ada.

Baca Juga: Tertunda Karena Pandemi Covid-19, Proyek Pembebasan Lahan Tol Yogyakarta-Solo Hingga Bawen Dijadwal Ulang

Kemudian dari tiga pos pemantauan, Lazuardi menyebut titik Prambanan dan Tempel paling banyak pemudik yang diminta untuk putar balik.

"Yang paling banyak putar balik di prambanan kebanyakan dari Surabaya. Kalau yang di Tempel, kebanyakan dari Tasikmalaya, Semarang dan zona merah Jabodetabek. Di Temon juga paling banyak dari Jabodetabek," tuturnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa ada pemudik yang menyiapkan surat keterangan sehat dan sebelumnya telah menghubungi perangkat desa tempat mereka akan tinggal selama di Jogja.

"Yang bawa surat sehat boleh masuk, tapi kami juga minta alamatnya yang di Jogja. Ada juga yang sudah kontak pengurus RT/RW atau desa. Kami juga lakukan konfirmasi di desa yang mereka tuju, dan mereka wajib isolasi diri dalam pengawasan perangkat desa," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Data Pemudik Masuk ke Yogyakarta yang Diminta Putar Balik di Perbatasan