MOS Antimainstream, SMA Al-Azhar Bekasi Gelar Sosialisasi Safety Riding

M. Adam Samudra - Rabu, 11 Juli 2018 | 14:35 WIB

Sosialisasi tertib lalu lintas dan safety riding di SMA Islam Al- Azhar 8 Kota Bekasi (M. Adam Samudra - )

GridOto.com- Masa Orientasi Siswa (MOS) biasanya diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.

Namun ada yang menarik dilakukan SMA Islam Al-Azhar 8 Kota Bekasi.

MOS di SMA Islam Al-Azhar 8 Kota Bekasi tahun memberikan edukasi mengenai safety riding kepada siswa dan siswi baru.

Asep Dadan Kurniawan selaku Koordinator bidang Kemuridan mengatakan tujuan acara ini supaya para siswa dapat berkendara aman dan mematuhi peraturan lalu lintas.

(BACA JUGA: Yamaha Indonesia Siapkan Motor Trail untuk Lawan Kawasaki KLX150 dan Honda CRF150)

"Sosialisasi safety riding ini baru pertama kali dilakukan di SMA Islam Al- Azhar 8 Bekasi Kota," ujar Asep di Bekasi, Rabu (11/7/2018).

Menurut dia, kini tingkat kesadaran para pelajar untuk mempelajari safety riding sudah semakin tinggi.

Mereka senang bisa tahu hal-hal baru yang sebelumnya tidak dipahami dengan benar. 

Dalam prakteknya para peserta dilatih berbagai teknik berkendara yang sekaligus mendapatkan penilaian.

Misalnya di bagian yang disebut pos keseimbangan, para peserta dilihat kestabilan dalam mengendalikan motor.

(BACA JUGA: Soal Ojek Online, Pengamat Transportasi: Jadi Driver Ojol Bukan Atasi Pengangguran)

Semua peserta yangbikut dilengkapi dengan  helm, sarung tangan dan peralatan safety gear lainnya.

Dalam melakukan kegiatan ini, pihak sekolah menggandeng Satlantas Polres Metro Bekasi Kota yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota AKP Indira.

"Intinya kegiatan ini adalah kegiatan yang positif yang kita berikan kepada anak-anak yang dari segi usia sebetulnya mereka belum saatnya membawa kendaraan," kata AKP Indira saat ditemui di tempat yang sama.

"Tapi karena ini dunia pendidikan, kita berikan dulu materi tentang tertib berlalu lintas, bagimana kita bisa memberikan satu pemahaman apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pelajar dalam berkendara," ujarnya menambahkan.

Menurut dia, sosialisasi Ini diberikan kepada anak-anak yang baru mau mulai memasuki pelajaran baru yang sebagian mereka membawa kendaraan.

Hal ini diharapkan dapat meminimkan kecelakaan lalu lintas yang dialami remaja

"Itulah yang kita antisipasi dan memberikan pemahaman bahwa mereka belum cukup usia membawa kendaraan karena belum ada Surat Izin Mengemudi (SIM), kita juga memberi materi pemahaman bagimana kalau kita tidak disiplin bisa membahayakan orang lain dan sebagainya," tegasnya.