Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya

By , Selasa, 20 Januari 2026 | 11:30 WIB

Suasana semrawut di perempatan Cilincing, Jakarta Utara, mulai lampu merah tak dianggap sampai lawan arah jadi hal biasa (Shinta Dwi Ayu/Kompas.com)

Awalnya, Arafiq mengaku takut mengalami kecelakaan jika nekat melanggar aturan lalu lintas.

Namun, karena pelanggaran itu dilakukan banyak pengendara lain, ia merasa terpaksa mengikuti arus pelanggaran tersebut.

"Ya, sudah biasa sih jadi enggak takut. Saya jadi salah satu orang yang menyerobot, karena pas mau sabar orang di belakang udah enggak sabar diklaksonin," ucap dia.

Pengendara lain bernama Syam (42) juga mengaku kerap menerobos lampu lalu lintas karena tekanan dari kendaraan di belakangnya yang tak sabar.

"Saya jujur aja sering terobos, karena kalau enggak saya yang diklaksonin, semuanya pada enggak sabaran, jadi ya enggak ada pilihan lain," ungkap Syam.

Syam mengatakan, saking seringnya terjadi kemacetan di perempatan tersebut, ia bahkan kerap melawan arah dari Cilincing menuju Tanjung Priok.

Ia mengambil sisi kanan jalan yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Tanjung Priok menuju Cilincing.

Baca Juga: Teka-teki Jalan di Penjaringan Beda Tinggi Selama 11 Tahun, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski terbiasa melanggar lampu merah, Syam mengaku sebenarnya merasa sangat takut setiap kali melintasi perempatan Cilincing.

"Kalau dibilang takut mah, takut banget, karena harus papasan sama truk trailer kan kadang kami adu klakson juga, tapi karena sudah biasa mau bagaimana lagi," ujar Syam.

Ia mengaku kerap menyaksikan kecelakaan di lokasi tersebut akibat pengendara yang saling menerobos.

"Iya, karena saling terobos itu jadinya di sini ya sering rawan kecelakaan, paling sering sih truk trailer sama motor," ucap dia.

Warga Cilincing lainnya, Mualif (70), juga mengaku takut ketika harus melintas dengan berjalan kaki di sekitar perempatan tersebut.