Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya

By , Selasa, 20 Januari 2026 | 11:30 WIB

Suasana semrawut di perempatan Cilincing, Jakarta Utara, mulai lampu merah tak dianggap sampai lawan arah jadi hal biasa (Shinta Dwi Ayu/Kompas.com)

Salah satu sopir truk, Nuratmo (45), mengatakan kondisi semrawut di perempatan Cilincing sudah berlangsung lama dan lampu lalu lintas di lokasi tersebut seolah tak lagi berfungsi.

"Kalau untuk Perempatan Cilincing itu udah dari dulu enggak fungsi," ucap Nuratmo saat diwawancarai, (19/1/26) menukil Kompas.com.

Kondisi itu, menurut dia, membuat pengemudi mobil dan pengendara motor saling menyerobot satu sama lain, sehingga lalu lintas di lokasi menjadi sangat semrawut.

Baca Juga: Jalur Tengkorak Sarangan Telan Korban Jiwa, Vario Dibawa 2 Remaja Alami Tragedi Ini

Lampu merah di perempatan Cilincing, Jakarta Utara yang tak ada harga dirinya lagi, saling serobot dan lawan arah tanpa takut kecelakaan (Shinta Dwi Ayu/Kompas.com)

Tak hanya di satu titik, Nuratmo menyebut lalu lintas di perempatan Kebon Baru, Cilincing, juga tak kalah kacau karena para pengendara tak lagi menghiraukan lampu lalu lintas yang ada.

Para pengendara justru lebih memilih mengikuti arahan pak ogah liar yang berusaha mengatur arus kendaraan di lokasi tersebut.

"Malah Pak Ogah yang mengatur jalan. Ini lah yang seringkali terjadi kemacetan dan kadang kecelakaan," sambung dia.

Pengendara lainnya, Arafiq (46), juga mengungkapkan hal serupa.

Ia menilai, saling menyerobot di perempatan Cilincing sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan pengendara setiap hari.

"Dari dulu memang lalu lintasnya begini, saling serobot lampu merahnya juga enggak berpengaruh," tutur Arafiq saat ditemui di lokasi, (19/1/26) menukil Kompas.com.

Arafiq mengakui menjadi salah satu pengendara yang kerap menerobos lampu merah di perempatan tersebut.

Baca Juga: RX-King Dibawa Bocil Pasrah di Kolong Avanza, Petaka Putar Balik di Jalur Tengkorak