GridOto.com - Sedang ramai di media sosial tips atau life hacks seputar penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Salah satunya adalah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo yang bisa membuat konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih hemat.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa mencampurkan 3 liter Pertalite dengan 1 liter Pertamax Turbo akan menghasilkan BBM dengan nilai Research Octane Number (RON) sekitar 92.
Campuran tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar saat digunakan pada kendaraan.
Tapi benarkan mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo bisa bikin kendaraan lebih irit?
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, mengatakan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencampurkan Pertalite dengan Pertamax Turbo dapat membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat.
Menurutnya, banyak masyarakat yang hanya berfokus pada angka oktan atau RON saat mencampur BBM.
Baca Juga: Sering Isi Pertalite Padahal Motor Minta Pertamax? Ini Risiko yang Jarang Disadari Perempuan
Padahal, karakteristik setiap jenis bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh nilai oktannya.
Supriyadi menjelaskan bahwa bensin yang dijual di SPBU pada dasarnya tersusun dari dua komponen utama, yaitu base fuel dan aditif.
Base fuel merupakan bahan dasar berupa campuran hidrokarbon yang diperoleh dari proses pengolahan minyak bumi.
Sementara itu, aditif adalah senyawa kimia yang ditambahkan untuk memberikan fungsi tertentu, seperti meningkatkan angka oktan, menjaga kebersihan ruang bakar, mencegah korosi, menghambat oksidasi, hingga mengurangi risiko tercampurnya air di dalam bahan bakar.
Ia menegaskan bahwa setiap produk BBM memiliki komposisi aditif yang berbeda-beda.
Formula tersebut dikembangkan oleh masing-masing produsen dan menjadi bagian dari rahasia dagang perusahaan.
"Setiap jenis bahan bakar tidak hanya memiliki angka RON yang berbeda, tetapi juga menggunakan formulasi aditif yang berbeda. Formula tersebut merupakan rahasia dagang masing-masing produsen," kata Supriyadi, Minggu (5/7/2026), dikutip dari Kompas.com.
Karena itu, menurut Supriyadi, menilai hasil pencampuran BBM hanya berdasarkan angka RON tidaklah cukup.
Baca Juga: Ayunkan Parang Karena Ogah Antre Pertalite, Pria di Kendari Dikejar Massa dan Dilempari Batu
Kandungan aditif yang berbeda pada setiap jenis bahan bakar juga dapat memengaruhi karakteristik serta performa BBM saat digunakan pada mesin kendaraan.
Dengan kata lain, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa mencampurkan Pertalite dan Pertamax Turbo secara otomatis membuat kendaraan menjadi lebih hemat bahan bakar.
Meski tak ada larangan mutlak untuk mencampurkan dua jenis BBM, Supriyadi menyarankan agar praktik tersebut tidak dilakukan secara rutin.
Menurutnya, pencampuran bahan bakar masih bisa ditoleransi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika masih ada sisa BBM di dalam tangki sehingga pengisian dengan jenis bahan bakar lain tidak dapat dihindari.
Dalam situasi seperti itu, pencampuran umumnya tidak langsung menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa penggunaan BBM dengan angka oktan lebih tinggi sesekali dapat membantu menjaga kebersihan ruang bakar karena kandungan aditif yang dimilikinya.
Namun, efek tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan pentingnya servis serta perawatan kendaraan secara berkala.
Baca Juga: Antrean Pertalite Mengular di Solo, Pertamina Pastikan Stok Aman dan Siap Tambah Pasokan
Ia menambahkan, produsen BBM pada umumnya tidak menyarankan pencampuran antarproduk.
Alasannya, setiap bahan bakar memiliki komposisi aditif yang berbeda dan produsen tidak memiliki data mengenai bagaimana formula tersebut akan bereaksi ketika dicampur dengan produk lain.
Selain itu, rekomendasi untuk tidak mencampur BBM juga bertujuan menghindari potensi persoalan apabila di kemudian hari terjadi gangguan pada performa atau komponen mesin.
Karena itu, Supriyadi menilai penggunaan satu jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi dan rasio kompresi mesin merupakan pilihan yang paling aman.
Selain dapat menjaga performa kendaraan tetap optimal, cara tersebut juga dinilai lebih baik untuk mendukung keawetan mesin dalam jangka panjang.
Dengan kata lain, mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo memang tidak selalu berdampak buruk, tetapi hingga kini juga belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa cara tersebut membuat kendaraan lebih irit.
Untuk hasil yang konsisten dan meminimalkan risiko, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan tetap menjadi pilihan yang paling disarankan.
"Untuk keawetan mesin dan performa yang optimal, menggunakan satu jenis bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin secara konsisten tetap menjadi pilihan terbaik. Pencampuran berada di area abu-abu yang memiliki risiko, terutama dalam jangka panjang," pungkas Supriyadi.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR