"Bensin naik, diesel naik. Orang mungkin maunya mobil bensin atau diesel, tapi begitu lihat pengeluaran buat operasional lebih boros, pasti jadi pertimbangan," ungkap Ricky.
Meski begitu, Ricky mengakui kondisi tersebut belum tentu berlaku di semua daerah.
Menurutnya, pasar mobil listrik bekas masih lebih kuat di kota-kota besar yang memiliki tingkat kemacetan tinggi.
"Kalau di daerah saya rasa beda. Kan jarang macet, konsumsi BBM juga enggak separah Jakarta," tutupnya.
Ricky juga mengingatkan bahwa meski mobil listrik bekas tergolong cepat terjual, nilai depresiasinya masih relatif besar dibanding mobil bermesin konvensional.
Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan calon pemilik sebelum memutuskan membeli mobil listrik baru.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR