GridOto.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia beri jawaban saat ditanya terkait harga Pertamax 92 yang belum turun hingga sekarang.
Ia justru meminta penilaian yang adil terhadap harga Pertamax yang belum turun setelah mengalami kenaikan.
"Kita lihat saja, teman-teman media, teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik dua bulan lebih, hampir tiga bulan kan (harga Pertamax) enggak kita naikkan," ujar Bahlil di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (29/6/26) melansir Kompas.com.
Kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi itu naik seiring dinamika geopolitik global, utamanya konflik Amerika Serikat (AS) musuh Iran yang berkaitan dengan kondisi Selat Hormuz.
Bahlil menyampaikan, ketika harga minyak dunia sedang naik beberapa bulan lalu, pemerintah Indonesia berhasil menahan harga Pertamax tidak naik.
"Masa baru naik dua minggu hampir tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu, kenapa waktu kemarin kok tidak tanya nggak dinaikan?" imbuhnya.
Diketahui, harga tiga BBM non susbsidi di SPBU Pertamina per 1 Juli 2026 mengalami perubahan.
Yakni untuk Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53) yang turun harga.
Sedangkan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 masih bertahan di level yang sama, seperti per 10 Juni 2026.
Sementara itu, harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar subsidi juga belum mengalami perubahan.
Baca Juga: Bahlil Janji Murah, Segini Harga BBM Baru Yang Resmi Dijual Mulai 1 Juli 2026
Berikut ini rincian harga BBM Pertamina PER 1 Juli 2026:
PERTALITE
Rp 10.000 per liter
BIOSOLAR
Rp 6.800 per liter
PERTAMAX (RON 92)
Rp 15.250 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Rp 15.500 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Batam
Rp 16.250 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Rp 16.650 per liter di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
Rp 17.000 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
Baca Juga: Bahlil Buka Suara, Ungkap Alasan Pemerintah Menaikan Harga Pertamax Secara Tajam
PERTAMAX GREEN 95
Rp 17.000 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
PERTAMAX TURBO (RON 98)
Rp 18.350: Free Trade Zone (FTZ) Batam
Rp 19.300 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat
Rp 19.750 per liter di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua
Rp 20.150 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
DEXLITE (CN 51)
Rp 18.450 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Rp 18.700 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Batam
Rp 19.700 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Rp 20.150 per liter di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
Rp 20.550 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
Baca Juga: Bahlil Ingin Segera Stop Impor Bensin dan Solar dari Luar, Tahun Ini Mulai Dikurangi
PERTAMINA DEX (CN 53)
Rp 20.100 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Batam
Rp 21.150 per liter di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Rp 21.650 per liter di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua Barat, Papua Barat Daya
Rp 22.100 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR