GridOto.com - Kalian sebagai pemilik motor bekas injeksi harus tahu efek samping kalau O2 sensor minta ganti atau rusak.
Di motor injeksi, fungsi sensor Oksigen atau O2 sensor adalah membaca kepadatan udara.
O2 Sensor membaca udara dari hasil pembakaran di ruang bakar.
Pembacaan kepadatan udara oleh O2 sensor kemudian dikirimkan ke ECU.
Pembacaan itu menjadi pertimbangan ECU untuk mengatur volume bahan bakar yang disemprotkan injector.
Nah, apa jadinya kalau O2 sensor atau Oksigen sensor rusak?
O2 sensor atau sensor Oksigen yang rusak biasanya berwarna merah bata.
"Pada sensor Oksigen itu terdapat tahanan, kalau selalu terkena panas mesin terus menerus akan rusak," buka Ryan Fasha pemilik bengkel K.1 Garage.
Dengan kata lain, memang O2 sensor atau Oksigen punya usia pemakaian, seperti busi.
"Ciri-cirinya O2 Sensor atau sensor Oksigen rusak karena panas adalah berubah warnanya jadi merah," kata Ryan di Jl. Mas Indah 14 Perum Papan Mas Blok G40 No.6, Bekasi, Tambun.
Kalau O2 Sensor atau sensor Oksigen ini rusak mempengaruhi performa motor.
"Kalau O2 sensor rusak, campuran bensin terhadap udara yang masuk ke ruang bakar jadi kacau," kata Diko.
"Efeknya konsumsi bahan bakar motor jadi boros, bahkan brebet," pungkasnya.
Makanya, jika motor injeksi kalian mengalami kendala dalam suplai bahan bakar ke mesin, bisa coba cek kondisi O2 sensornya Sob.
Nah, itulah dia efek sampingnya jika O2 sensor di motor injeksi sudah minta diganti.
Baca Juga: Ini Penyebab Mesin Motor Bekas Bebek Berdengung Dan Solusi menghilangkannya
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR