GridOto.com - Misteri dua perusahaan komponen otomotif di Jawa Timur yang isunya akan angkat kaki ke Vietnam terungkap.
Nama kedua perusahaan dan komponen yang diproduksi perlahan mulai diketahui.
Melansir Kompas.com yang dihimpun dari sejumlah sumber, dua perusahaan yang dimaksud diduga bernama PT Jatim Autocomp Indonesia (JAI) dan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI).
"Iya, namanya Jatim Autocom Indonesia sama Surabaya Autocom Indonesia," ucap salah satu sumber yang enggan disebut namanya, (28/6/26) mengutip Kompas.com.
Sumber lain juga membenarkan informasi tersebut, meski masih menunggu lebih lanjut terkait hubungan bisnis kedua perusahaan dengan pabrikan otomotif tertentu.
"Iya, kalau dari inisialnya itu (PT JAI dan SAI)," ujar sumber tersebut.
"Kalau informasi yang kami terima sejauh ini, betul. Tapi aku coba pastikan dulu ya, dia memasok ke kami langsung atau lewat tier 1 kami," ujar sumber lainnya.
Nama kedua perusahaan mencuat setelah Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap adanya potensi pemindahan sebagian pekerjaan dari dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur ke Vietnam.
Menurut Said, kedua perusahaan tersebut berada dalam satu grup industri asal Jepang dan berperan sebagai pemasok komponen bagi sejumlah merek otomotif Jepang yang diproduksi di Indonesia.
"Jepang dua-duanya, satu grup. Di sini beda perusahaannya, di Jepang satu grup," terang Said disitat dari Kompas.com.
Baca Juga: Vietnam Bikin Tergoda, Dua Raksasa Komponen Otomotif Siap Pindahkan Produksi Dari Indonesia
Ia menjelaskan, kedua perusahaan tersebut merupakan pemasok komponen penting yang berada dalam rantai pasok industri otomotif nasional.
Meski enggan menyebut nama perusahaan secara terbuka, Said mengungkapkan produk yang dihasilkan digunakan oleh beberapa merek otomotif besar asal Jepang.
"Kalau di Jepang sangat terkenal. Di Indonesia masuk untuk produksi mobil Toyota, Suzuki, Daihatsu, dan juga ekspor," bebernya.
Adapun berdasarkan profil perusahaan yang dihimpun, PT JAI dan PT SAI bergerak di bidang produksi wiring harness atau sistem perkabelan kendaraan.
Komponen ini berfungsi menyalurkan arus listrik dan data ke berbagai sistem elektronik kendaraan, mulai dari lampu, panel instrumen, sistem pengapian, hingga berbagai fitur keselamatan dan kenyamanan.
Kedua perusahaan juga diketahui berada di bawah grup Yazaki Corporation, salah satu produsen wiring harness terbesar asal Jepang yang memasok kebutuhan industri otomotif global.
Said mengatakan, informasi mengenai potensi relokasi tersebut diperoleh dari hasil dialog antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan.
Dalam pembahasan itu muncul informasi awal mengenai kemungkinan pemindahan sebagian pekerjaan ke Vietnam sebagai bagian dari strategi bisnis grup perusahaan.
"Ada kemungkinan sebagian pekerjaan di PT S dan PT J ini akan dibawa atau dipindahkan ke Vietnam," ungkap Said.
Meski demikian, ia menegaskan informasi tersebut masih bersifat awal dan belum menjadi keputusan final.
Baca Juga: Pantas Saja, Ini Alasan Investor Otomotif Mulai Tinggalkan Indonesia dan Hijrah ke Vietnam
Menurut dia, keputusan tetap berada di tangan prinsipal perusahaan di Jepang.
Said menambahkan, apabila rencana tersebut terealisasi, jumlah pekerja yang berpotensi terdampak dapat mencapai sekitar 7.000 orang.
Namun, di tengah berkembangnya isu tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan belum menemukan bukti adanya relokasi fasilitas produksi maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebut.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan hasil penelusuran Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menunjukkan fasilitas produksi kedua perusahaan masih beroperasi normal.
Dari hasil verifikasi lapangan pada 21 Juni 2026 lalu, Kemenperin menyebut perusahaan yang dimaksud mengarah pada PT JAI dan PT SAI yang berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur.
"Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam," papar Febri.
"Kedua tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK," kata Febri.
Menurut dia, kedua perusahaan juga masih aktif menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan tetap menjalankan kegiatan produksi sebagaimana mestinya.
Kemenperin juga mengungkap PT JAI dan PT SAI merupakan perusahaan komponen otomotif dengan nilai investasi yang cukup besar.
Total investasi yang telah direalisasikan kedua perusahaan tercatat mencapai lebih dari Rp 1,9 triliun.
Baca Juga: Sempat Bikin Heboh, Begini Fakta Pindahnya Dua Pabrik Otomotif Jatim ke Vietnam
"Nilai investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan usaha dan investasinya di Indonesia," ucap Febri.
Dari sisi operasional, kedua perusahaan juga masih mencatatkan aktivitas produksi yang tinggi.
Pada kuartal I/2026, PT SAI memproduksi sekitar 1,2 juta komponen, sementara PT JAI mencapai sekitar 1,6 juta komponen.
Seluruh hasil produksi tersebut ditujukan untuk pasar ekspor, sehingga keduanya menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif.
Meski demikian, Kemenperin menyatakan akan terus memantau perkembangan industri dan berkoordinasi dengan pelaku usaha guna memastikan keberlanjutan investasi serta stabilitas rantai pasok otomotif nasional.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR