Kemudian dudukan lampu dan sein depan kembali ke model lama, atau versi awal hingga sebelum versi 2002, namun posisi klakson tetap di bawah tangki.
Ubahan juga ada di bagian dudukan footstep belakang dan bentuk bak koplingnya, yang dibikin lebih dinamis dan berkesan modern.
Spidometer jadi memakai sistem DC, jadi saat kontak on lampu langsung menyala.
Perubahan cukup drastis juga ada di bagian striping bodi, yang dibikin menyatu hingga side cover sehingga memberikan kesan modern.
Sedangkan untuk bagian mesin tetap sama, 2 langkah 135 cc berpendingin udara, namun pakai knalpot baru.
Knalpotnya pada bagian leher dicat hitam dan ada tambahan AIS (Air Induction System) juga catalytic converter yang bertujuan untuk menurunkan emisi gas buang.
"Motor ini banderolnya sudah tembus Rp 100 jutaan karena kondisinya masih oke," buka Faizul selaku Kepala Showroom.
"Untuk unit muda seperti New RX-King dengan tahun muda ini alias seri peredam harganya memang cukup tinggi," tambahnya.
Baca Juga: RX-King Jasun Touring Bandung-Lombok 1.200 km, Buktikan Kekuatan Part VND Racing
Sekadar info, RX King Peredam adalah sebutan populer di kalangan pencinta otomotif untuk generasi terakhir Yamaha RX-King yang diproduksi antara tahun 2006 hingga 2009.
Dinamakan "peredam" karena motor ini dilengkapi dengan komponen peredam getaran (balancer) tambahan pada bagian setang dan mesin.
Selain itu, motor ini dirancang guna memenuhi standar emisi Euro 2 yang akan dimulai awal 2007.
Versi ini diproduksi sampai 2008 sekaligus menutup sejarang panjang perjalanan RX King.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR