Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

B50 Resmi Meluncur 1 Juli 2026, Stok B40 Masih Boleh Dipakai hingga Akhir September

M. Adam Samudra - Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:05 WIB
Solar atau Biodiesel B50 dari Kelapa Sawit
Dok. Kementerian ESDM
Solar atau Biodiesel B50 dari Kelapa Sawit

GridOto.com - Pemerintah akan mulai memberlakukan penggunaan bahan bakar biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.

Meski begitu, masyarakat maupun pelaku industri yang masih memiliki stok B40 tidak perlu terburu-buru menghabiskannya.

Stok B40 masih diperbolehkan digunakan hingga akhir September 2026.

Hal tersebut disampaikan Dr.-Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (27/6/2026).

"Diesel terutama menyambut 1 Juli nanti akan diluncurkan bahan bakar B50. Tapi sebetulnya bagi mereka yang masih punya stok B40, boleh menghabiskan stoknya sampai dengan akhir September," ujar Tri.

Ia menjelaskan, pada masa transisi tersebut belum tentu seluruh SPBU langsung menyalurkan B50.

Pasalnya, distribusi masih bergantung pada ketersediaan stok B40 yang ada di lapangan.

"Jadi bisa dibilang di lapangan, di pasaran belum tentu semuanya mendapatkan B50. Bisa jadi masih mendapatkan B40 karena stoknya pasti masih ada," katanya.

Tri juga mengungkapkan bahwa Pertamina tidak menyimpan biodiesel hasil pencampuran (blending) dalam waktu lama. Proses pencampuran dilakukan ketika ada permintaan distribusi.

Baca Juga: Biodiesel B50 Masuk SPBU per 1 Juli 2026, Intip Bocoran Harganya

"Pertamina memang tidak pernah menyimpan bahan bakar blending. Jadi B40 dibuat saat ada permintaan, solar 60 persen dicampur dengan biodiesel 40 persen, kemudian langsung dikirim. Jadi tidak pernah disimpan karena ada beberapa kekurangan yang membuatnya tidak memungkinkan disimpan dalam jangka panjang," jelasnya.

Sementara itu, untuk sektor industri yang memiliki tangki penyimpanan dalam jumlah besar, pemerintah masih memberikan masa transisi hingga akhir September 2026.

"Kalau di industri kan banyak yang memiliki stok besar. Nah, itu dipersilakan untuk dipergunakan paling lambat sampai dengan akhir September. Kalau tetap menyimpan atau menggunakan setelah itu, berlaku denda Rp6.000 per liter karena tidak mengikuti mandatori pemerintah," tegas Tri.

Dalam kesempatan yang sama, Tri juga menjelaskan bahwa mesin diesel pada dasarnya memang dirancang untuk dapat menggunakan bahan bakar berbasis nabati.

"Kita tahu mesin diesel itu mesin yang unik. Perlu diketahui bahwa ketika awal ditemukan oleh Rudolf Diesel, mesin ini beroperasi bukan menggunakan solar, melainkan minyak kacang tanah. Jadi sejak awal memang mesin diesel didesain untuk bisa beroperasi menggunakan bahan bakar nabati," ujarnya.

Ia menambahkan, prinsip kerja mesin diesel mengandalkan pembakaran akibat kompresi, sehingga karakteristik tersebut tetap dapat mendukung penggunaan biodiesel.

"Pembakaran terjadi akibat kompresi. Temperatur nyala campuran udara dan bahan bakar tercapai, lalu terjadilah pembakaran secara spontan. Karena pembakarannya spontan, maka ada banyak titik yang mengalami proses pembakaran," pungkasnya.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa