Baik konsumen Indonesia maupun Malaysia disuguhi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) Blade Battery pasokan BYD berkapasitas 61,1 kWh yang dipadukan dengan motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD).
Konfigurasi ini menghasilkan tenaga 174 PS dengan torsi maksimal 193 Nm, yang mampu melesatkan mobil dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,4 detik.
Jarak tempuh maksimalnya pun berada di angka yang setara, yaitu berkisar antara 426 hingga 428 kilometer berdasarkan pengujian standar WLTP.
Namun, dalam hal pengisian daya, versi Indonesia diklaim lebih adaptif terhadap infrastruktur pengisian cepat karena mendukung daya DC Fast Charging hingga 150 kW, sementara spesifikasi di Malaysia mencantumkan batas optimal di angka 67 kW.
Melongok bagian dalam kabin, mobil ini mengadopsi panel instrumen digital 10,25 inci hingga jok elektrik 10 arah yang dilengkapi fitur pemanas (heater) di baris depan, serta sistem lampu dekoratif Ambient Light 12 warna dengan 7 tingkat kecerahan.
Urusan keselamatan menjadi aspek yang tidak dikompromikan oleh Suzuki untuk pasar Asia Tenggara.
Paket keselamatan aktif ADAS Level 2 atau Suzuki Safety Support hadir lengkap di Indonesia dan Malaysia, mencakup fitur-fitur krusial seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitoring, hingga kamera 360 derajat.
Baca Juga: Belum Semua Dealer Jual eVitara, Suzuki Siapkan Strategi Ini
Terakhir, perbedaan yang paling mencolok tentu berada pada sektor harga dan jaminan purna jual akibat kebijakan pajak masing-masing negara.
Di Indonesia, Suzuki eVitara dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 755 juta untuk single tone dan Rp 758 juta untuk dual tone.
Melansir Paultan.org, mobil ini dibanderol dengan harga tunggal RM188.000 atau sekitar Rp 715 jutaan di Malaysia jika dikonversi langsung.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR