Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Vinales Minta MotoGP Singkirkan Perangkat Ini, Disebut Ancam Keselamatan Pembalap

Ferdian - Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:30 WIB
Maverick Vinales
Tech3 Racing
Maverick Vinales

GridOto.com - Maverick Vinales blak-blakan menyebut perangkat holeshot berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan di tikungan pertama MotoGP.

Namun, menurut Vinales, masalah utamanya bukan terletak pada tambahan akselerasi yang dihasilkan perangkat penurun tinggi motor tersebut.

Pebalap Tech3 KTM itu justru menyoroti proses pengereman yang tidak konsisten ketika pebalap berusaha memastikan perangkat bagian depan motor berhasil dinonaktifkan saat memasuki tikungan pertama.

Situasi jadi lebih berbahaya ketika perangkat tak langsung terlepas pada percobaan pertama.

“Bagi saya, perangkat itu memainkan peran besar, karena untuk melepaskan sistem bagian depan, Anda harus mengerem sangat keras,” kata Vinales menukil Crash.

“Dan terkadang jika tidak berhasil, Anda harus melepas rem, melaju sedikit lebih jauh, lalu mengerem lagi.”

“Jadi, hanya dengan menghilangkan perangkat tersebut, saya pikir keselamatan akan meningkat cukup signifikan,” lanjutnya.

MotoGP sebenarnya telah memutuskan untuk melarang seluruh perangkat ride-height mulai akhir musim ini.

Baca Juga: MotoGP Aragon Masih Kebagian Jatah di 2027, Setelah Itu Nasib Berubah Drastis

Cepernya motor MotoGP saat holeshot device diaktifkan di practice start
MotoGP
Cepernya motor MotoGP saat holeshot device diaktifkan di practice start

Namun, menyusul kecelakaan yang terjadi di MotoGP Catalunya dan insiden pada balapan di Sirkuit Balaton Park, muncul wacana untuk mempercepat penerapan larangan tersebut.

Di sisi lain, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola, yang pebalapnya Jorge Martin terlibat dalam insiden di Balaton Park, mengingatkan agar MotoGP tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

“Kami sedang berdiskusi dengan MotoGP untuk mencari langkah terbaik demi meningkatkan keselamatan. Secara historis saya memang menentang penggunaan perangkat seperti ini, tetapi saya tidak ingin bereaksi secara berlebihan,” ujar Rivola.

Menurutnya, setiap perubahan harus dilakukan dengan kajian yang matang.

Sebab, jika perangkat holeshot sudah dilarang sebelum balapan di Balaton Park dan kecelakaan serupa tetap terjadi, maka orang justru bisa beranggapan bahwa perangkat tersebut lebih aman.

“Saya pikir kita harus melakukan semuanya dengan benar, melakukan beberapa pengujian untuk melihat bagaimana situasinya tanpa perangkat tersebut,” katanya.

Rivola juga menilai mengurangi kepadatan pebalap di tikungan pertama bisa menjadi solusi.

Baca Juga: Luca Marini Sudah Menebak Ada Bencana di Tikungan 1 MotoGP Hungaria, Begini Katanya

Salah satu usulan yang tengah dipertimbangkan adalah mengadopsi format grid ala Formula 1, yakni dua pebalap di setiap baris, menggantikan format saat ini yang menempatkan tiga pebalap dalam satu baris.

“Bereaksi berlebihan adalah kesalahan yang paling mudah dilakukan. Karena itu, kita harus berhati-hati,” pungkas Rivola.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa