Namun, menyusul kecelakaan yang terjadi di MotoGP Catalunya dan insiden pada balapan di Sirkuit Balaton Park, muncul wacana untuk mempercepat penerapan larangan tersebut.
Di sisi lain, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola, yang pebalapnya Jorge Martin terlibat dalam insiden di Balaton Park, mengingatkan agar MotoGP tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.
“Kami sedang berdiskusi dengan MotoGP untuk mencari langkah terbaik demi meningkatkan keselamatan. Secara historis saya memang menentang penggunaan perangkat seperti ini, tetapi saya tidak ingin bereaksi secara berlebihan,” ujar Rivola.
Menurutnya, setiap perubahan harus dilakukan dengan kajian yang matang.
Sebab, jika perangkat holeshot sudah dilarang sebelum balapan di Balaton Park dan kecelakaan serupa tetap terjadi, maka orang justru bisa beranggapan bahwa perangkat tersebut lebih aman.
“Saya pikir kita harus melakukan semuanya dengan benar, melakukan beberapa pengujian untuk melihat bagaimana situasinya tanpa perangkat tersebut,” katanya.
Rivola juga menilai mengurangi kepadatan pebalap di tikungan pertama bisa menjadi solusi.
Baca Juga: Luca Marini Sudah Menebak Ada Bencana di Tikungan 1 MotoGP Hungaria, Begini Katanya
Salah satu usulan yang tengah dipertimbangkan adalah mengadopsi format grid ala Formula 1, yakni dua pebalap di setiap baris, menggantikan format saat ini yang menempatkan tiga pebalap dalam satu baris.
“Bereaksi berlebihan adalah kesalahan yang paling mudah dilakukan. Karena itu, kita harus berhati-hati,” pungkas Rivola.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR