Sementara itu, detail seperti knalpot dan suspensi tetap dilapisi krom untuk mempertahankan nuansa klasik.
Melansir dari 2banh.vn, sayangnya model ini berpotensi membuat sejumlah konsumen kecewa karena Suzuki masih menggunakan rem tromol di roda belakang.
Di saat banyak motor 160cc sudah memakai rem cakram di kedua roda, keputusan ini dianggap mengecewakan sebagian orang.
Meski begitu, kehadiran rem cakram depan yang sudah dilengkapi ABS tetap meningkatkan keselamatan, terutama saat pengereman mendadak atau di jalan licin.
Dengan fokus sebagai motor komuter, Suzuki tampaknya lebih mengutamakan ketahanan dan biaya operasional rendah dibanding spesifikasi yang terlalu modern.
Fiturnya sendiri sudah cukup kekinian, dengan hadirnya pencahayaan LED, port pengisan daya USB, sampai panel instrumen kombinasi speedometer analog plus Multi Information Display.
Spesifikasi mesinnya memiliki konfigurasi silinder tunggal 162 cc bertenaga 14,1 dk di 8.000 rpm dengan torsi puncak 14,5 Nm, disalurkan ke roda belakang via transmisi 5-percepatan.
Dengan dapur pacu tersebut, motor ini dijanjikan punya kemampuan angkut lebih baik, tenaga lebih kuat saat menanjak, serta akselerasi yang lebih percaya diri.
Di atas kertas, spesifikasinya cocok melawan Kawasaki W175 yang menggunakan mesin 177 cc injeksi bertenaga 13 dk di 7.500 rpm dengan torsi 13,2 Nm di 6.000 rpm.
Sobat GridOto setuju nggak nih kalau misalnya Suzuki GN160 masuk ke Indonesia?
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR