Veda sempat menunjukkan konsistensinya dengan bertahan di posisi ke-12 dan naik ke urutan ke-10 pada putaran keempat, tepat di belakang pembalap asal Malaysia, Hakim Danish.
Kematangan Veda diuji saat beberapa pembalap seperti Nicola Carraro mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 10.
Veda terus berusaha menjaga ritme balapnya agar tidak kehilangan momentum dengan rombongan depan.
Masuk lima putaran terakhir, dinamika sirkuit membuat persaingan semakin memanas.
Veda sempat mundur ke posisi ke-14 pada lap ke-12 setelah terjebak dalam kepadatan rombongan.
Namun, puncaknya terjadi pada putaran terakhir.
Ketika perhatian penonton terpusat pada drama tikungan akhir antara Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan David Munoz yang memperebutkan podium, Veda dengan cerdik memanfaatkan celah dari insiden crash yang menimpa Jesus Rios di Tikungan 10.
Dengan agresif namun tetap terukur, Veda berhasil melakukan overtake beruntun terhadap beberapa pembalap sekaligus di sektor terakhir.
Ia pun sukses menyentuh garis finis di posisi ke-8, tepat di belakang Hakim Danish yang menyudahi balapan di posisi ke-7.
Sementara itu, podium tertinggi akhirnya berhasil direbut oleh sang pemimpin klasemen, Maximo Quiles, disusul oleh Alvaro Carpe di posisi kedua dan David Munoz yang melengkapi podium ketiga.
Keberhasilan membawa pulang poin penting dari posisi start ke-20 ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Veda Ega Pratama untuk terus memimpin perebutan takhta Rookie of the Year 2026 sekaligus menjaga posisinya di jajaran lima besar klasemen sementara dunia.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR