GridOto.com – Bukan cuma BBM, harga pelumas di Indonesia mulai mengalami kenaikan seiring tekanan kondisi geopolitik global, yang berdampak pada pasokan bahan baku.
Hal ini dirasakan oleh brand pelumas TOP 1, yang mengakui penyesuaian harga sulit dihindari.
“Terkait dari kondisi geopolitik tentu penyusaian harga sayangnya tidak bisa dihindari. Jadi karena selain kita kendala masalah harga juga terjadi kelangkaan dalam hal bahan baku,” ujar Rahman Rahadian, Head of Sales Division TOP 1 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Pria yang akrab disapa Oky ini menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menaikkan harga produk mereka sekitar 15 persen.
Bahkan, Ia memprediksi dalam rentang waktu satu sampai dua bulan ke depan harga tersebut akan kembali naik.
"Kemungkinan besar dalam satu atau dua bulan ke depan kami masih harus meningkatkan (harga) lagi sekitar 15-20 persen,” ungkapnya.
Oky juga menjelaskan, tekanan harga ini sebenarnya dirasakan oleh seluruh pelaku industri pelumas.
“Karena sebenernya secara umum harga bahan baku secara umum itu (kenaikannya) bisa lebih dari 50 persen, dan itu dialami oleh semua pelaku, semua merek sebenernya,” jelasnya.
Adapun bahan baku yang saat ini langka, menurut Oky adalah base oil, bukan kandungan aditif.
Baca Juga: TOP 1 Kerja Sama dengan Garuda Indonesia, Servis Kendaraan Kini Dapat Keuntungan
“Kalau aditif itu lebih karena masalah (kurs) US-nya," paparnya .
Meski tekanan cukup besar, Oky mengklaim pihaknya masih mampu menjaga pasokan agar tetap aman hingga beberapa waktu ke depan.
“Tapi alhamdulillah juga TOP 1 dalam hal ini kami cukup siap. Prediksi kami sih mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun kita tidak ada apapun ya, dalam artian tidak ada satu hal yang bisa membuat kita khawatir tidak bisa men-supply customer,” lanjutnya.
Rahman menambahkan, kesiapan tersebut ditopang oleh kondisi internal perusahaan yang dinilai cukup kuat, mulai dari sisi keuangan hingga dukungan manajemen.
“Karena secara prinsip, dari segi cash flow, dari segi capital, dan juga dari segi support manajemen juga cukup kuat dalam hal memastikan supply bahan bakunya tetap ada,” katanya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR